Translate

Hindari Remaja Dari Salah Pacaran, GPDP Gelar Seminar

Bagikan Bagikan

Penyematan tanda peserta (foto:SAPA/Acik)


SAPA (TIMIKA) -  Gereja Pentakosta di Tanah Papua (GPDP) menggelar kegiatan One Day Seminari Becoming Youth Generation of God yang diangkat dari Mazmur  119:9 untuk menghindari remaja/pemuda dari salah pacaran.

Seminar ini dilaksanakan, Jumat (7/1/2022) mulai pukul :09:00  hingga 17:00 WIT di gedung Gereja Pentakosta di Papua Jemaat Semua Umat, Gorong-Gorong poros Lanal.

Kegiatan diawali dengan ibadah pembukaan yang dipandu  Pdt. Maharani Husein Lee. S.Pdk dan dihadiri oleh 50 orang peserta terdiri dari pemuda pemudi  GPDP Semua Umat, pemuda pemudi  GPDP Air Hidup dan pemuda pemudi  GPDP Jemaat El-Olam.

Dalam sambutannya, Pdt. Maharani mengatakan bahwa generasi muda berharga di mata Tuhan. Tuhan sangat mengasihi generasi muda, Tuhan mau memakai generasi muda sebagai alat yang baik di tangan Tuhan, Tuhan membutuhkan generasi muda sebagai penerus pekerjaan Tuhan, melayani dalam pekerjaan Tuhan dan orang orang yang melayani Tuhan dituntut kekudusannya. 

Disampaikan juga bahwa saat ini banyak orang muda yang menjadi korban dari arus dunia yang deras. Untuk itu, jika generasi muda sadar, membuka diri dan datang kepada Yesus Kristus ,maka Tuhan akan memakai  kehidupannya. 

Sasaran iblis adalah mau menghancurkan generasi muda, banyak generasi muda yang hanyut dengan arus dunia yang deras, dan menjadi hancur dan terikat dengan miras dan narkoba. 

Untuk itu generasi muda harus datang kepada Tuhan agar  terhindar dari hukuman kekal.

Ketua panitia kegiatan Albert Yulianto dan Sekretaris  Oni Imbiri mengatakan, ada tiga narasumber dalam kegiatan ini  yaitu pembicara 1. Novianto, pembicara 2  Pdt. Joyce Iskandar .S.Th serta pembicara ke 3  Pdt. FX. Iwan Wanggai, M.Th. 

Kegiatan dibuka dan ditutup oleh Gembala GPDP Jemaat Semua Umat.

Kepada Salam Papua, Pdt. FX. Iwan Wanggai, M.Th. menyampaikan, latar belakang masalah sehingga kegiatan ini diadakan adalah dampak dari pergaulan bebas muda mudi dalam berpacaran ,sehingga ada yang hamil di luar nikah.

Sedangkan tujuan diadakan  kegiatan tersebut adalah berharap semua peserta menjadi jembatan bagi sesama generasinya agar memiliki pemahaman yang benar tentang apa itu cinta. Pemahaman yang benar tentang berpacaran menurut firman Tuhan dan memiliki pandangan yang benar tentang kissing dan touching saat berpacaran. 

Salah seorang peserta bernama Beatrix Manggaprouw mengaku, sangat bersyukur dapat mengikuti kegiatan ini. Menurutnya, melalui seminar ini dirinya bisa  mengerti dan memahami  arti berpacaran menurut Firman Tuhan.  Beatrix pun berharap kegiatan serupa dapat diadakan lagi di waktu mendatang.(Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar