Translate

Nekat Rampas Kalung Emas 15 Gram, Seorang Pria di Timika Babak Belur Dihakimi Massa

Bagikan Bagikan

Pelaku SR dengan kondisi wajah babak-belur saat diamankan di Polsek Miru, Timika, Papua. (Foto-SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA)
- Seorang pria berinisial SR (30) babak belur dihakimi massa lantaran nekat merampas kalung emas seberat 15 gram, yang dikenakan wanita berinisial RI (31) pemilik kios di Kilo Meter 7, Rabu (12/1/2021) sekira Pukul 21.30 WIT.

SR yang berdomisili di Keluarahan Koperapoka ini mengaku nekat merampas kalung milik  RI lantaran tergiur dan merasa punya kesempatan.

Saat kejadian pelaku datang dari Koperapoka menuju kilo 7 mengendarai sepeda motor Honda Blade 125 warna hitam dan singgah di kios korban hendak membeli rokok, bensin dan minuman ringan.

Namun kemudian pelaku tergiur begitu melihat kalung emas yang dipakai wanita pemilik kios sehingga langsung dirampasnya dan bergegas kembali ke atas sepeda motornya.

Nahasnya, korban beraksi cepat dan langsung memeluk pelaku dari belakang sambil berteriak minta tolong.

Mendengar teriakan korban, suami korban bergegas menolong dengan cara memeluk pelaku.

“Pelaku sudah kita amankan, tapi sudah dalam kondisi babak-belur dianiaya massa di sekitar TKP. Beruntung korban berani dan cepat memeluk pelaku dan teriak sehingga didengar suaminya. Mereka sempat terseret motor sekitar 10 meter dan terjatuh,” ungkap  Kanit Reskrim Polsek Mimika Baru (Miru), Ipda Yusran, Kamis (13/1/2022).

Yusran mengatakan, pelaku mengaku spontan lakukan aksi itu karena tergiur dengan kalung emas yang dikenakan korban.

“Pelaku awalnya beli rokok, bensin dan minuman ringan dan sudah dia bayar senilai Rp50 ribu namun nekat dengan aksinya karena tergiur denga emas yang dikenakan korban,” ujarnya.

Menurut Yusran, saat menerima laporan tersebut anggota Pawas Polsek Miru langsung ke tempat kejadian perkara (TKP) dan memboyong pelaku ke ruang tahanan (rutan) Polsek Miru.

Dengan kejadian itu Yusran berpesan kepada kaum perempuan agar lebih mawas diri.

Dia mengimbau kaum perempuan tidak perlu mengenakan perhiasan berharga secara berlebihan saat ditempat umum termasuk saat beraktivitas di tempat usaha.

Sebab banyak aksi kejahatan yang motifnya lantaran adanya kesempatan.

“Kejadian ini jadi pelajaran untuk semua supaya harus waspada,  kejahatan itu terjadi karena ada kesempatan,” pesannya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar