Translate

PAD 2021 Dinas Perikanan Mimika Lampui Target, Capai Rp1 Miliar Lebih

Bagikan Bagikan

Suasana pelelangan ikan di PPI Pomako, Timika, Papua. (Foto-SAPA/Yosefina)

SAPA (TIMIKA)
- Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dinas Perikanan Kabupaten Mimika tahun anggaran 2021 melampaui target, dari Rp700  juta pencapaiannya menjadi Rp1.059.000.000. 

“Target PAD 2021 Rp700 juta, target tersebut dinaikan lagi menjadi Rp890 juta setelah APBD Perubahan sementara pencapaian Rp1 Miliar lebih. Realisasi kita melampui target," ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Mimika, Antonius Welerubun di Kantor Pusat Pemerintahan, SP3, Senin (31/1/2021). 

Pencapaian PAD tersebut bersumber dari enam komponen yakni retribusi sewa fasilitas perikanan, pajak parkir, pajak pelelangan Ikan, pajak penjualan es balok, pajak penjualan benih ikan dan pajak perizinan. 

Diterangkan, retribusi sewa fasilita nilainya sebesar Rp541 juta, pajak parkir  Rp19 juta, pelelangan ikan Rp301 juta, penjualan es balok Rp72 juta, pajak perizinan Rp26 juta dan penjualan benih ikan sebesar Rp100 juta. 

Pencapaian PAD tahun 2021 mencapai target sehingga target PAD tahun ini lebih besar dari tahun sebelumnya, hanya saja menurut Anton target tahun ini nilainya belum diketahui secara pasti. 

"Kita belum ketahui pasti targetnya, tapi di awal tahun 2022 ini tempat pelelangan ikan sudah menghasilkan PAD sekitar Rp50 juta," kata Anton. 

Menurutnya  dalam tahun ini Dinas Perikanan Kabupaten Mimika juga akan mengambil alih pengelolan ‘cold storage’ dengan kapasitas 100 ton yang berada di area PPI Poumako. 

Terdapat dua ‘cold storage’ yang berada di area PPI Poumako yakni  ‘cold storage’ kapasitas 100 ton dan kapasitas 200 ton. 

"Selama ini dua ‘cold storage’ itu dikelola pihak ketiga, setelah kita duduk bersama  secara internal Dinas Perikanan kita sepakat untuk kelola sendiri, siapa tahu hasilnya lebih bagus. Sementara ini kita akan kelola dulu ‘cold storage’ 100 ton, karena SDM kita masih terbatas. Kalau kesiapan SDM sudah baik, tidak menutup kemungkinan 200 ton juga akan kita kelola sendiri," terang Anton. (Jefri Manehat)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar