Translate

6 Bupati di Wilayah Meepago Sebut Nabire Ibu Kota Provinsi Papua Tengah

Bagikan Bagikan

SAPA (JAYAPURA) – Bupati Paniai, Bupati Nabire, Bupati Puncak Jaya, Bupati Dogiyai, Bupati Deiyai dan Bupati Intan Jaya yang masuk dalam wilayah Meepago menyebutkan bahwa Provinsi Papua Tengah Ibu Kotanya di Nabire.

Hal ini diakui Bupati Paniai Meki Fritz Nawipa kepada Salam Papua melalui pesan Whatsapp, Rabu (16/2/2022).

Seperti dilansir dari kompas.com, Bupati Paniai, Meki Fritz Nawipa menjelaskan bahwa pemekaran Papua Tengah sebagai Provinsi baru di Tanah Papua sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 45 Tahun 1999 tentang Pemekaran Papua.

Menurut dia, UU tersebut juga sudah mengatur letak Ibu Kota Provinsi Papua Tengah.

“Jadi pemekaran Papua Tengah sudah lama. Di UU Nomor 45 Tahun 1999 itu disebutkan Papua Barat, Papua Tengah dan Papua, Ibu Kotanya Jayapura, Nabire dan Manokwari,” ujar Meki di Jayapura, Selasa (15/2/2022).

Selain Nabire sebagai kota Induk, lanjut dia, Papua Tengah juga diharapkan mencakup Kabupaten Deiyai, Dogiyai, Paniai, Intan Jaya dan Puncak Jaya.

Meki mengungkapkan, beberapa tahapan yang diperlukan untuk mengajukan aspirasi pemekaran sudah dilakukan, termasuk kajian dari Universitas Gajah Mada (UGM).

“Jadi proses kajian dari UGM sudah selesai, sekarang prosesnya di DPR RI dan kita tidak tahu kapan tanggal mainnya. Sekarang kita berpikir bagaimana Papua Tengah ini dengan ibu kota di Nabire bisa menyejahterakan masyarakat Papua Tengah,” kata dia.

Selain itu, penetapan lokasi kantor gubernur Papua Tengah pun sudah ada, termasuk papan namanya akan segera dipasang.

“Sekarang Bupati Nabire akan menaikkan papan nama kantor gubernur Papua Tengah di Nabire. Lahan juga sudah kita siapkan, dalam waktu dekat Bupati Nabire akan mengundang Komisi II DPR RI untuk bertemu Bupati-Bupati Meepago di Nabire,” tuturnya.

Sementara itu, di tempat yang sama, Bupati Nabire, Mesak Magai menjelaskan, sejak Papua masih bernama Irian Jaya, di dalamnya ada sembilan kabupaten, yaitu Sorong, Fakfak, Manokwari, Paniai, Jayapura, Jayawijaya, Merauke, Biak, dan Yapen Waropen.

Saat itu Paniai beribukota di Nabire sampai akhirnya daerah tersebut terbentuk sebagai sebuah kabupaten terpisah.

Lalu dari Nabire sudah pemekaran tiga kabupaten, yaitu Paniai, Deiyai dan Dogiyai. Lalu Paniai dimekarkan lagi jadi Kabupaten Puncak Jaya yang kemudian juga terjadi pemekaran Kabupaten Puncak.

“Untuk itu, Nabire sangat tepat dijadikan Ibu Kota Provinsi karena dari sisi sejarah, Nabire adalah yang tertua dibanding kabupaten lainnya,” ujar Mesak.

Dukungan Nabire sebagai calon Ibu Kota Provinsi Papua Tengah juga diberikan Bupati Puncak Jaya, Yuni Wonda.

Ia yang lebih melihat dari sisi sejarah merasa tidak memiliki hak untuk menunjuk daerah tertentu sebagai ibu kota.

“Prinsipnya saya adalah anak dari Kabupaten Paniai yang dulu di Nabire sehingga kami menyetujui untuk  Provinsi Papua Tengah ibukotanya di Nabire," kata Yuni. (Red) 

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar