Translate

Anak Hamil, Orang Tua Salah Sasaran Mengamuk di Rumah Pastori

Bagikan Bagikan

Rumah pastori yang menjadi sasaran amuk seorang ibu yang anaknya dihamili AL. (Foto-SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA)
- Seorang ibu membawa anak gadisnya dalam kondisi hamil mengamuk di rumah pastori salah satu gereja di Jalan C Heatubun pada Jumat (11/2/2022) sekira Pukul 17.10 WIT. 

Ibu yang putrinya masih tercatat sebagai pelajar di salah satu sekolah ini, mengamuk dan mengancam akan membunuh penghuni rumah pastori tersebut. 

Lantaran pelaku yang mengahamili anaknya berinisial AL mengaku bahwa orangtuanya yang bertanggung jawab di rumah pastori itu. 

Tidak terima atas amukan dan ancaman ibu tersebut, penjaga rumah pastori langsung mengadu ke Polsek Mimika Baru. 

Setelah mendapat laporan, Anggota Pawas Polsek Mimika Baru dipimpin Aipda Thomas S bersama beberapa Personil Brimob langsung menuju ke TKP. 

Dihadapan polisi, ibu korban mengaku baru mengetahui ternyata putrinya sudah berpacaran dengan AL selama setahun. 

Memang selama ini AL telah tinggal di rumahnya, akan tetapi ia tidak tahu kalau Al merupakan kekasih putrinya. 

“Saya sudah sering usir AL, tapi dia kembali dengan alasan bahwa keluarganya sudah usir dia dari rumah. Hari ini saya datang ke rumah rumah pastori itu karena AL mengaku orang tuanya yang bertanggung jawab di rumah itu,” ungkapnya. 

Menurutnya beberapa hari terakhir AL sudah tidak pernah ke rumah lagi bahkan diduga telah kabur. 

Sedangkan penghuni rumah pastori  yang menjadi korban amukan mengaku bahwa benar sebelumnya AL tinggal di tempat tersebut. 

Akan tetapi lantaran berkelakuan buruk maka dimarahi dan diminta agar pindah ke tempat lain, mengingat rumah yang saat ini ditempati merupakan rumah dinas gereja. 

Penghuni rumah pastori juga mengaku tidak pernah mengetahui siapa perempuan yang menjadi pacar AL serta tidak pernah menyuruh AL untuk berpacaran atau menghamili pacarnya. 

“Saya tidak tahu apa-apa. Meskipun AL itu sebagai ponakan, saya tidak pernah tahu siapa pacarnya apalagi menyuruhnya untuk menghamili anak orang. Saya tidak mau ada urusan lain di rumah pastori selain urusan gereja. Rumah ini  rumah dinas jadi yang diurus adalah urusan gereja bukan urusan seperti ini,” ungkap ibu penghuni rumah pastori yang tidak ingin namanya disebutkan. 

Dihadapan polisi iapun mengaku bersedia mencari AL dan mendukung jika orang tua korban membuat laporan. Menurut dia, hal ini harus dilakukan agar AL bisa bertanggung jawab atas perbuatannya. 

“Silahkan melapor ke polisi dan saya siap bantu mencari AL. Tapi saya minta di hadapan polisi supaya stop keluarga korban datang mengamuk dan mengancam keluarga saya di rumah dinas gereja,” tuturnya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar