Translate

Cegah Antrian Panjang, Pengisian Solar di Empat SPBU di Timika Dibagi Sesuai Jenis Kendaraan

Bagikan Bagikan

Suasana pertemuan antara Pemkab Mimika, pihak Pertamina dan SPBU di Kantor Disperindag Mimika. (Foto-SAPA/Jefri)

SAPA (TIMIKA)
- Mencegah antrian panjang di SPBU, pengisian solar di empat SPBU di Timika dibagi sesuai jenis kendaraan.

Pembagian ini sesuai kesepakatan dalam rapat  yang dilakukan Pemkab Mimika bersama  Pihak Pertamina dan SPBU-SPBU di Timika, yang digelar di  Kantor Disperindag Kabupaten Mimika, Rabu sore (16/2/2022). 

Sekda Mimika, Michael Gomar ditemui wartawan usai memimpin pertemuan tersebut menjelaskan bahwa di Timika  ada 4 SPBU yang melayani pengisian BBM jenis solar yakni SPBU di Kilometer 8, di Nawaripi, di Jalan Hasanuddin dan SPBU di Jalan Cenderawasih, SP2. 

Berdasarkan kesepakatan dalam rapat yang dihadiri juga oleh Asisten II Setda Mimika, Syahrial, pelayanan pengisian solar di SPBU SP2 khusus untuk truk, SPBU di Nawaripi khusus melayani bus dan SPBU di Hasanuddin khusus mobil pick up. 

 Sementara untuk SPBU di Kilometer 8 khusus melayani pengisian solar di jerigen. 

Sementara kendaraan umum lainnya yang menggunakan bahan bakar solar bebas mengisi di 4 SPBU tersebut. 

"Kenapa kita membagi begitu,  untuk efesiensi pengawasan agar tidak terjadi pendobelan pengisian,” kata Sekda. 

Menurutnya berdasarkan laporan yang diterimanya dari pengawas di lapangan, selama ini untuk truk atau kendaraan lainnya dengan nomor polisi yang sama satu hari bisa tiga kali masuk di SPBU untuk mengisi solar. 

Sehingga dengan adanya pemetaan seperti ini pengawasan menjadi lebih baik. 

Gomar menegaskan pembelian solar dijerigen tidak boleh dilakukan di SPBU lain kecuali di Kilometer 8. 

“Jika ketahuan tiga SPBU lain melayani pengisian solar dijerigen maka pihak Pertamina akan memberi sanksi kepada pihak SPBU,” ujarnya. 

Ia mengatakan Pemkab Mimika akan menyurati setiap SPBU dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar hal itu diketahui secara luas. 

Pemkab juga akan menyurati Kementerian Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) dan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) untuk penambahan kuota BBM jenis solar. 

"Kita harap ini bisa mengatasi kelangkaan dan antrian panjang di SPBU," terangnya. 

Ia menyebutkan kesepakatan lain dalam pertemuan tersebut yakni, pendistribusian BBM jenis solar dari Pertamina ke SPBU dilakukan pada sore hari. 

"Paling lambat jam lima sore solar sudah masuk di SPBU untuk kebutuhan besoknya," kata Sekda. 

Pada pertemuan tersebut Pemkab dan Pertamina juga sepakat menertibkan pemilik pangkalan minyak yang nakal serta penjual minyak tanah eceran di pinggir jalan. 

"Minyak tanah bersubsidi yang dijual eceran itu dilarang. Kita akan melakukan pengawasan dan penertiban terhadap pengecer yang jual di pinggir jalan," ucap Mantan Kepala Disperindag Kabupaten Mimika ini. 

Pemkab Mimika dan Pertamina juga akan mengawasi pemberian kuota minyak tanah kepada pangkalan berdasarkan jumlah kepala keluarga yang terdaftar di pangkalan. “Supaya tidak ada yang kecurangan yang berujung pada kelangkaan minyak tanah,” pungkasnya. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar