Translate

Kasus Kematian Ibu dan Anak di Mimika Menurun

Bagikan Bagikan

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika Reynold Ubra. (Foto-SAPA/Jefri)

SAPA (TIMIKA)
- Kasus kematian ibu dan anak di Kabupaten Mimika kini menurun dari tahun sebelumnya.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra di Timika, Rabu (23/2/2022). 

Menurutnya pada Tahun 2020 angka kematian ibu dan anak di Mimika mencapai 400/100.000 kelahiran hidup, pada tahun 2021 turun menjadi 79/100.000 kelahiran hidup. 

Dijelaskan kematian ibu dan anak di Mimika disebabkan beberapa faktor yakni, pola makan yang kurang sehat, tekanan darah tinggi, jarang melakukan pemeriksaan kehamilan secara baik, hamil saat umur masih terlalu muda atau terlalu tua, jarak kehamilan terlalu dekat, dan terlalu  sering hamil juga menjadi faktor utama kematian ibu dan anak di Mimika. 

"Faktor-faktor kematian ibu dan anak ini lebih banyak terjadi di wilayah pesisir,  seperti hamil pada usia  dibawa usia 18 tahun, jarak kehamilan kurang dari dua tahun, hamil diatas usia 35 tahun. Rata- rata ibu di wilayah pesisir memiliki anak mencapai enam orang dan jaraknya sangat dekat ini sangat beresiko," kata Reynold. 

Dia menambahkan faktor lain yang menyebabkan kematian ibu dan anak yakni penyakit malaria. 

Sehingga tahun ini Dinas Kesehatan fokus memberikan obat malaria kepada ibu hamil yang usia kehamilan diatas 13 minggu. 

“Karena selain kematian, bayi yang lahir dari ibu dengan malaria akan  berdampak buruk juga bagi kesehatan bayi," ungkap Reynold. 

Menurutnya Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika akan melakukan pemeriksaan malaria secara random terhadap seluruh ibu hamil di Mimika. 

“Menurunnya kematian ibu dan anak tidak terlepas dari upaya Dinas Kesehatan yang bekerjasama dengan stakeholder dalam meningkatkan pelayanan kesehatan kepada ibu dan anak,” pungkasnya. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar