Translate

Seorang Ayah di Timika Setubuhi dan Lecehkan Anak-Anak Kandungnya

Bagikan Bagikan

Ilustrasi pelecehan seksual. (Foto-Istimewa)

SAPA (TIMIKA)
- Seorang ayah berinisial (SAS) di Timika menyetubuhi dan melecehkan anak-anak kandungnya.

Pria berusia 53 tahun yang berdomisili di Kampung Nawaripi Dalam ini tega menyetubuhi anak kandungnya yang masih berusia 15 tahun, dan tercatat sebagai pelajar pada salah satu SMA swasta di Timika. 

Pelaku  mempunyai enam orang anak, tiga perempuan dan tiga laki-laki. 

Anak yang disetubuhi itu merupakan anak nomor lima, sementara anak sulung dan anak kedua juga mengaku sudah pernah dilecehkan saat masih anak-anak.   

Enam anak itu hasil perkawinannya dengan istri pertama yang sudah meninggal dunia. Pelaku saat ini sudah mempunyai istri baru. 

SAS pertama kali menyetubuhi anak kandungnya tersebut pada November 2021. 

Dalam aksinya, pria bejat ini sengaja menyuruh korban memijitnya dan dilanjutkan dengan meraba-raba sambil memperlihatkan film porno kepada korban. 

Perbuatan ini dilakukan selama dua kali dalam Bulan November 2021 dan yang ketiga kalinya terjadi pada Januari 2022 di belakang rumah dengan modus menyuruh korban tidur terlentang, dan yang terakhir terjadi di belakang salah satu gereja saat pelaku mengantar korban mengikuti kegiatan keagamaan. 

Anak yang disetubuhinya itu sempat tinggal di rumah tantenya, namun karena ada persoalan maka ia kembali lagi ke rumah ayahnya dan di situlah terjadi persetubuhan oleh ayah kandungnya itu,” ungkap Kasat Reskrim Polres Mimika, Iptu Bertu Haridyka Eka Anwar saat ditemui di Polsek Mimika Baru, Kamis (24/2/2022) Pukul 16.54 WIT. 

“Saat melakukan aksinya, pelaku tidak dalam kondisi mabuk minuman keras beralkohol tapi dalam keadaan sadar,” kata Bertu. 

Menurutnya memang tidak ada saksi dalam kasus ini, akan tetapi persetubuhan benar terjadi  berdasarkan keterangan korban dan hasil visum. 

Dia menyebutkan korban mengaku dicabuli lebih dari lima kali dan persetubuhan baru terjadi beberapa waktu terakhir hingga akhirnya dilaporkan ke polisi. 

“Sedangkan dua kakak korban juga mengaku pernah dicabuli ayahnya tersebut, akan tetapi sebatas diraba-raba,” terangnya. 

Kasus ini dilaporkan oleh keluarga kobran berinisial RVP. Tanpa menunggu waktu lama, Anggota Satreskrim Polres Mimika langsung menangkap pelaku di kediamannya. 

“Pasal yang diterapkan atas kasus ini adalah Pasal 81 ayat 3 juncto 76 B Undang-undang  nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-undang nomor 23 tahun 2022, tentang perlindungan anak. “Itu berarti pelaku terancam hukuman 15 tahun penjara ditambah sepertiga masa tahanan. Apalagi pelaku merupakan ayah kandung,” pungkasnya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar