Translate

40 Siswa BLK Nawaripi Diberi Sembako Setiap Hari Setelah Pelatihan

Bagikan Bagikan

Sejumlah siswa BLK Nawaripi sedang mengikuti pelatihan. (Foto:Istimewa)
SAPA (TIMIKA) - Sebanyak 40 siswa di Balai Latihan  Kerja (BLK) Nawaripi diberi  Sembako setiap hari oleh Pemerintah Kampung (Pemkam) Nawaripi, Distrik  Wania, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, setelah mengikuti pelatihan mulai Pukul 10.00 sampai Pukul 17.00 WIT.  

Hal ini dimaksudkan agar siswa bisa fokus mengikuti pelatihan  tanpa  harus memikirkan kebutuhan makan minum  karena sudah  disiapkan Pemkam.

"Setiap hari habis pelatihan  mereka dapat Sembako supaya  tidak ada alasan mereka pergi kerja cari makan  pada jam pelatihan," ungkap Kepala Kampung Nawaripi, Norman Ditubun saat dihubungi Salam Papua via  telepon seluler, Senin (21/3/2022).

Dia mengatakan pelatihan  dilakukan setiap hari, Senin sampai Sabtu mulai Pukul 10.00 WIT hingga Pukul 17.00 WIT.

Untuk angkatan pertama ini pelatihan dilakukan mulai Januari 2022 dan pada awal April  nanti 40 siswa  ini akan mengikuti  ujian kompetensi.  

Jika lulus maka mereka akan mendapatkan sertifikat dari pihak Kementerian Pekerjaan  Umum dan Perumahan  Rakyat. "Dengan  sertifikat itu  mereka  siap memasuki dunia  kerja," ujar dia.

Siswa-siswa BLK Nawaripi foto bersama  sambil  menunjukan Sembako yang diterima dari Pemkam. (Foto: Istimewa)
Dijelaskan seharusnya ada 60 siswa BLK yang ikut ujian kompetensi  akan tetapi yang aktif mengikuti pelatihan hanya 40 orang.

Siswa-siswa yang aktif ini mengambil  jurusan otomotif dan  welder. "Yang jadi pelatih dari Politeknik Amamapare  Timika," katanya.

Dia menyebutkan siswa-siswa BLK Nawaripi yang semuanya putra  asli  Kamoro  ini umumnya hanya memiliki ijazah SD bahkan ada yang sama sekali tidak  memiliki  ijazah.

Sehingga Pemkam membuat BLK agar mereka  memiliki bekal  masuk dunia kerja.

Untuk itu ia berharap siswa angkatan  pertama bisa memberi contoh  yang baik agar menjadi motivasi bagi generasi selanjutnya.

"Harapan saya semoga yang angkatan pertama ini jadi motivator dan inspirasi untuk adik-adik Komoro yang lain," ujar Norman.

Angkatan berikutnya nanti, lanjut Norman tidak hanya menerima siswa asli Kamoro tapi juga  dari suku lain. "Jadi penerimaan angkatan selanjutnya nanti 60 persen Suku Kamoro 40 persen dari suku lain," pungkasnya. (YOSEFINA)


Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar