Translate

Bandara Mozes Kilangin Timika Resmi Dikelola UPBU sebagai Penyelenggara Utama

Bagikan Bagikan

Pertemuan pihak Pemerintah Kabupaten Mimika bersama PTFI, PT Avco dan pihak terkait lainnya mengenai penyerahan sertifikat pengelola Bandara Internasional Mozes Kilangin  Timika kepada pihak UPBU. (Foto: SAPA/ Jefri)

SAPA (TIMIKA) - Bandar Udara (Bandara) Internasional Mozes Kilangin Timika resmi dikelola pihak Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, melalui Unit Pengelola Bandar Udara (UPBU) sebagai penyelenggara utama.

Pihak UPBU resmi sebagai penyelenggara utama Bandara tersebut setelah dilakukan penyerahan sertifikat pengalihan tanggung jawab operasional dari PT Avco, yang selama ini mengelola Bandara itu kepada UPBU.

Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob menjelaskan pengalihan tanggung jawab kepada UPBU itu sesuai regulasi kebandarudaraan, agar Bandara yang sebelumnya adalah Bandara khusus kemudian  menjadi Bandara abu abu dan sekarang telah resmi menjadi Bandara umum.

"Setelah saya menyerahkan sertifikat Bandara pengelola kepada UPBU maka Bandara Mozes Kilangin resmi menjadi Bandara umum bukan lagi khusus. Dengan demikian maka UPBU langsung menyiapkan segala sesuatu yang terkait dengan operasional Bandara umum seperti standar operasional prosedur, aerodrome manual dan lain-lain,” kata John kepada Wartawan usai acara penyerahan sertifikat tersebut, Jumat (4/3/2022).

Dia mengatakan karena masih ada sebagian aset yang menjadi milik PT  Freeport Indonesia (PTFI) sehingga UPBU segera membuat kesepakatan- kesepakatan teknis operasional dengan pihak PT. Avco dan PTFI.

Penyerahan sertifikat pengelola Bandara ini, lanjut John  bagi PTFI tidak menjadi soal namun harus disadari sebagian besar aset masih milik PTFI sehingga masih ada langkah- langkah teknis yang harus dilakukan.

Hal ini menjadi tugas berat yang harus dilakukan UPBU apalagi Mimika ditetapkan menjadi salah satu smart airport di Indonesia.

Mantan Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Mimika ini juga mengatakan setelah Bandara Mozes Kilangin Timika dioperasikan secara penuh oleh UPBU diharapkan  bisa naik kelas, karena saat ini Bandara Mozes Kilangin sesuai Keputusan Menteri Perhubungan adalah kelas II, jadi diharapkan segera bisa menjadi kelas I bahkan kelas I khusus.

Sehingga untuk mendukung itu perlu ada peningkatan fasilitas, SDM dan sistem.

Selain itu pemerintah  juga mengupayakan Bandara Mozes Kilangin menjadi Bandara alternatif dalam rute   internasional.

Tidak hanya itu jam operasi juga akan ditambah dimana saat ini jam operasi penerbangan mulai Pukul 05.30  WIT  sampai Pukul 16.00 WIT dan akan ditambah sampai Pukul 18.00 WIT.

“Dengan adanya perubahan jam operasi, penerbangan dimulai jam setengah enam pagi sampai sampai jam enam sore.  Kalau jam operasi ditambah dengan begitu jadwal penerbangan juga akan lebih banyak. Kita juga akan membuat parallel taxiway untuk memudahkan pengaturan ruang udara dan waktu lepas landas dan mendarat," kata John.

Sementara itu Vice President Bidang Hubungan Pemerintahan PTFI, Jonny Lingga menjelaskan setelah adanya  penyerahan sertifikat pengelola kepada UPBU pastinya akan ada transisi serta kerja sama- kerja sama yang semuanya serba didiskusikan untuk tujuan yang baik.

"Saat ini fasilitas di Bandara sebagian masih dimiliki PTFI dan pastinya akan ada pendelegasian," terangnya. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar