Translate

Hasil Penjualan Produk Petani Binaan PTFI dan Pemkab Mimika Capai Rp500 Juta Lebih Pertahun

Bagikan Bagikan

Manager Community Development PTFI, Yohanes Bewahan
 menandatangani MoU antara PTFI dan Pemkab Mimika terkait pengembangan komoditi perkebunan kopi, kelapa, kakao dan sagu untuk tiga tahun berjalan yakni Tahun 2022-2024 di  Rumah Kopi Amungme Gold, di Jalan Malaria Control tepatnya di belakang Rumah Sakit Tjandra Medika, Jalan Budi Utomo, Timika, Papua. (Foto: SAPA/ Jefri) 

SAPA (TIMIKA)- Kolaborasi PT Freeport Indonesia (PTFI) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika melalui Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan telah membawa keuntungan bagi 154 petani binaan kedua instansi ini.

Kolaborasi tesebut telah menghasilkan 435,1 hektar perkebunan kopi robusta dan 34,6 hektar perkebunan kopi arabika, 301 hektar kebun kakao, 585 hektar kebun kelapa dan 100 hektar kebun penataan sagu.

Sementara pohon kopi yang ditanam petani-petani binaan itu untuk  jenis arabika sebanyak 45.759 pohon pada lahan seluas 34,6 hektar.

Distribusi petani terbagi pada beberapa wilayah yakni di Kampung Aroanop sebanyak 27 petani dengan luas lahan 6,7 hektar yang ditanami 8.076 pohon kopi.

Di Opitawak dan Banti ada tujuh petani yang menanam 3.286 pohon kopi pada  lahan seluas 2,7 hektar.

Selanjutnya di Kampung Tsinga dibina 39 petani yang mengolah lahan 14,3 hektar yang ditanami 16.543 pohon kopi, di area Hoeya 51 petani mengolah 9,7 hektar lahan yang ditanami 11.678 pohon kopi.

Berikut di Distrik Jila sebanyak 34 petani yang mengolah 1,2 hektar lahan yang ditanami 6.176 pohon kopi.

“Dengan hasil yang ada jumlah produksi pertahun telah mencapai 1 ton dengan penjualan  pertahun Rp500juta lebih,” ungkap Vice Presiden PT Freeport Indonesia Bidang Community Development, Nathan Kum saat acara penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PTFI dan Pemkab Mimika terkait pengembangan komoditi perkebunan kopi, kelapa, kakao dan sagu untuk tiga tahun berjalan yakni Tahun 2022-2024 di  Rumah Kopi Amungme Gold, di Jalan Malaria Control tepatnya di belakang Rumah Sakit Tjandra Medika, Jalan Budi Utomo, Timika, Papua, Senin (14/3/2022).

Dia menjelaskan PTFI dan Pemkab fokus untuk mengembangkan perkebunan sehingga hasilnya tidak saja dipasarkan di Timika tapi bisa dipasarkan di luar daerah bahkan di luar negeri. "Saat ini produksi kopi belum bisa diekspor ke luar negeri karena produksi kopi di Mimika masih terbilang sedikit makanya kita fokus pengembangan sehingga bisa ekspor ke luar negeri,” kata Nathan.

Ia menyebutkan PTFI sejalan dengan Pemkab Mimika dalam upaya melakukan implementasi kegiatan pengembangan masyarakat di kampung-kampung binaan, melalui berbagai program bidang ekonomi khususnya bidang pertanian dan perkebunan.

“Hal ini sebagai upaya mendukung pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan mayarakat dan program pasca penutupan tambang PTFI,” katanya.

Menurutnya guna menyelaraskan program, PTFI dan Pemkab Mimika  meningkatkan program dalam tataran yang lebih strategis. 

Sejak Tahun 2014 dilakukan Fokus Grup Disscussion (FGD) Bidang Pertanian dan Perkebunan antara PTFI melalui Departemen Pengembangan Masyarakat dan Pemkab Mimika melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan.

“Melalui FGD ini disepakati perlu dilakukan kolaborasi pengembangan komoditi perkebunan agar terbangun sinergitas dan meningkatkan capaian program secara terpadu,” jelasnya.

Sesuai hasil FGD, kolaborasi selama periode Tahun 2014-2017 masih dilakukan dalam tahapan terbatas dengan fokus sharing program dalam bidang penguatan kapasitas, monitoring bersama serta melakukan inventarisasi kebutuhan program lanjutan.

Kemudian sejak Tahun 2018 kolaborasi ini ditingkatkan dalam berbagai implementasi program diberbagai ruang lingkup perkebunan dan area pengembangan.

PTFI, lanjut Nathan terus berkomitmen membina petani kopi dengan harapan masyarakat lebih mandiri dan tidak terus bergantung pada tambang emas, karena tambang emas bisa habis tapi kopi tidak akan habis.

“PTFI bersama Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan menargetkan perluasan pengembangan komoditi Tahun 2022-2024. Jadi untuk kopi robusta ditargetkan seluas 300 hektar dan kopi arabika 100 hektar, kakao 100 hektar, kelapa 900 hektar dan penataan kebun sagu seluas 300 hektar,” katanya.

Sementara itu Manager Community Development PTFI, Yohanes Bewahan menyebut tantangan terbesar dalam pengembangan kopi dan pemasarannya saat ini adalah masalah transportasi dan keamanan, sebab rata- rata perkebunan kopi berada di wilayah dataran tinggi.

“Memang selama ini PTFI selalu membantu untuk mengambil hasil kopi  untuk dijual menggunakan helikopter tetapi kalau ada isu keamanan pastinya kopi milik masyarakat tidak bisa diambil,” ujarnya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Mimika, Alice Wanma  menandatangani MoU. 
(foto: SAPA/Jefri) 

Kemudian Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Mimika, Alice Wanma mengatakan penandatanganan MoU yang dilakukan antra Pemkab Mimika dan PTFI ini sebagai upaya peningkatan pangan lokal serta  peningkatan pendapatan daerah dari sektor non tambang.

Disebutkan Pemkab Mimika melalui instansi yang dipimpinnya itu terus melakukan pembangunan sektor pertanian dan lerkebunan secara berkelanjutan. Khusunya bidang perkebunan dengan fokus pada komoditi prospektif yang dikembangkan di Kabupaten Mimika.

“Pemkab berkomitmen untuk terus meningkatkan komoditi perkebunan di Mimika guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat asli Papua,” kata Alice saat kegiatan tersebut.

Dia mengungkapkan Pemkab Mimika juga mengapresiasi PTFI yang terus memberi dukungan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan komoditi perkebunan di Mimika.

Menurutnya beberapa pengembangan komoditi  perkebunan di Mimika seperti kopi merupakan salah satu komoditi unggulan yang tersebar di dataran tinggi dan dataran rendah.

“Ada dua jenis kopi yang tersebar di Mimika yakni jenis kopi arabika dan robusta,” ujarnya. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar