Translate

Nelson Sairera Selamat dari Serangan KKB di Ilaga, Dievakuasi ke Timika Dalam Keadaan Trauma Berat

Bagikan Bagikan

Nelson Sairera (Foto: Istimewa)

SAPA (TIMIKA) - Nelson Sairera yang selamat dari aksi penyerangan dan pembakaran oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB), di Site Repeater B3 PT. Palapa Timur Telematika (PTT) di Kampung Kago, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua pada Rabu (2/3/2022) sekira Pukul 03.00 WIT berhasil  dievakuasi ke Timika oleh Tim Operasi Satgas Damai Cartenz.

Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz, Muhammad Firman (tengah) melakukan jumpa pers di Mapolres Mimika terkait proses evakuasi terhadap Nelson Sairera. (Foto: SAPA/Acik)

Saat dievakuasi Nelson dalam kondisi trauma berat.

Nelson yang merupakan karyawan PT. PTT  ini memberikan isyarat dirinya selamat dari penyerangan itu, dengan melambaikan tangan melalui CCTV yang terpasang pada tower  base transceiver station (BTS) di lokasi kejadian. 

Lambaian tangan Nelson  termonitor pada 2 Maret sekira Pukul 08.00 WIT.

Kemudian  pada  3 Maret sekira Pukul 09.00 WIT, Tim Operasi Damai Cartenz melakukan konsolidasi untuk mengevakuasi Nelson pada Sabtu (5/3/2022) menggunakan dua unit  helikopter, yakni helikopter AS350 B3E/PK-KIE dari Maskapai Kumala Indonesia dan helikopter Penerbad Bell-412EP/HA-5177.

Kronologi proses evakuasi tersebut yakni pada  Pukul 08.30 WIT, Tim Operasi Satgas Damai Cartenz dan perwakilan PT. PTT, Ali Rahman Hakim beserta rombongan tiba di Bandara Internasional  Mozes Kilangin Timika.

Pukul 08.45 WIT Kepala Operasi  Satgas Damai Cartenz, Muhammad Firman memberikan arahan kepada pilot, co-pilot dan pasukan yang akan melakukan evakuasi korban.

Pukul 09.15 WIT Firman memimpin doa sebelum melepas tim yang akan melakukan evakuasi. 

Pukul 09.18 WIT helikopter Penerbad Bell 412 EP/HA-5177 sebagai air cover dengan lima personel dari Penerbad dan satu peronel Satgas Gakkum Operasi Damai Cartenz yang akan melakukan evakuasi, terbang menuju  TKP.

Kemudian Pukul 09.32 WIT helikopter AS 350 B3E/PK-KIE dengan satu orang kapten, satu orang co-pilot  dan dua personel Satgas Gakkum Operasi Damai Cartenz yang akan melakukan evakuasi, menuju ke TKP dan berhasil mengevakuasi Nelson pada Pukul 10.13 WIT.

Selanjutnya Pukul 10.15 WIT helikopter yang  mengevakuasi korban terbang menuju Timika dan tiba di Bandara Mozes Kilangin Pukul 10.45 WIT

Korban kemudian dibawa ke Markas Polres (Mapolres) Mimika, Jalan Agimuga, Mile 32, Distrik Kuala Kencana menggunakan ambulans milik Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika.

Setiba di Mapolres korban ditangani tim dokter dengan melakukan pengecekan kesehatan dan trauma healing pada Pukul 11.05 WIT.

“Saat tiba di Mapolres Mimika, Nelson mendapatkan penanganan medis dan dalam kondisi trauma berat. Kondisi trauma yang dialami tentunya bisa dipahami karena dia sendirian di TKP selama tiga hari sambil menunggu penyelamatan dari tim evakuasi,” ungkap Kepala Operasi  Satgas Damai Cartenz, Muhammad Firman saat jumpa pers di Mapolres Mimika, Sabtu (5/3/2022).

Ia mengatakan sesuai keterangan Nelson, pelaku pembantaian diperkirakan sebanyak 10 orang dengan membawa berbagai macam senjata tajam seperti parang, kapak dan juga senjata api.

Saat pembantaian para pelaku langsung masuk ke camp karyawan PT. PTT sehingga Nelson langsung melarikan diri dan bersembunyi.

Selang beberapa lama setelah tidak lagi mendengar aksi para pelaku, Nelson kembali ke camp dan menemukan delapan orang temannya dalam kondisi meninggal dunia.

Delapan korban yang meninggal dunia dan saat ini masih berada di TKP adalah Bona Simanulang, Renald Tentua Takase, Billy Galdy Balion, Jamaludin, Sharil Nurdyansa, Eko Septiansyah, Bebei Tabuni dan Ibo.

“Menurut Nelson jasad delapan korban ini dikumpulkan satu tempat oleh para pelaku pembantaian. Ia juga melihat pelaku membawa senjata api dan sempat mendengar beberapa kali bunyi tembakan. Nelson dalam keadaan trauma sehingga belum bisa dimintai keterangan lebih banyak,” jelasnya.

Setelah melakukan evakuasi terhadap Nelson, selanjutnya Satgas Operasi Damai Cartenz akan melakukan konsolidasi guna menentukan langkah untuk mengevakuasi jasad delapan korban yang telah meninggal tersebut.

Untuk diketahui, TKP atau tempat pembangunan BTS oleh PT. PTT terletak jauh dan bisa menempuh waktu selama tiga hari dari Ilaga dengan berjalan kaki. Akses ke lokasi itupun tidak bisa ditempuh dengan kendaraan darat, sehingga para pekerja  yang akan ke lokasi dan pengangkutan material bangunan hanya bisa menggunakan helikopter.

“Kami terima laporan kejadian ini tanggal 3 Maret. Saat itu tidak ada maskapai yang mau kesana, ditambah lagi cucaca yang sangat buruk sehingga evakuasi menjadai terkendala. Kita patut ucapakan alhamudlillah telah berhasil evakuasi salah satu pekerja yang masih dalam keadaan selamat,” kata Muhammad. (Acik)

 

 

 

 

 

 

 

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar