Translate

Pemkab Mimika akan Segel Alat Berat jika Pengusaha Galian C Terus Beraktivitas Dalam Kota

Bagikan Bagikan
 
Suasana rapat evaluasi Tim Penertiban Galian C disalah satu hotel berbintang di Jalan Cendrawasih, SP2, Timika, Papua.
(Foto: SAPA/Jefri)
SAPA (TIMIKA)- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika melalui Tim Satuan Tugas (Satgas) Penertiban Galian C di Timika, Papua yang terdiri pihak Dinas Satpol PP Kabupaten Mimika, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Mimika, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mimika, TNI dan Polri akan mengambil langkah tegas menyegel alat berat jika pengusaha galian C masih terus melakukan aktivitas dalam Kota Timika.
 
Hal ini menindaklanjuti Instruksi Bupati Mimika nomor 5 Tahun 2021 tentang larangan melakukan penggalian material mineral bukan logam dan batuan (galian C) dalam Kota Timika.
 
Selain itu juga menindaklanjuti  Peraturan Daerah (Perda) Mimika nomor 15 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Mimika, yang menetapkan kawasan peruntukan pembangunan kawasan untuk pertambangan galian C hanya di Kali Iwaka.
 
Kepala Dinas Satpol PP Kabupaten Mimika, Paulus Dumais dalam rapat evaluasi Tim Satgas Penertiban Galian C di salah satu hotel berbintang di Jalan Cendrawasih, SP2, Timika pada Senin (7/3/2022) menjelaskan tim telah melakukan sosialisasi kepada pengusaha-pengusaha galian C dengan harapan tidak ada lagi aktivitas galian C di seputaran Kota Timika.
 
Namun kenyataannya lokasi galian C yang baru terus bermunculan.
 
Geram dengan hal tersebut tim akan melakukan penertiban terhadal pengusaha galian C yang nakal dengan menyegel alat berat di lokasi galian.
 
“Pemerintah harus tegas bertindak karena jika tidak maka akan berujung pada kerusakan alam apalagi curah hujan di Timika cukup tinggi,” kata Paulus.
 
Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Perizinan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kabupaten Mimika, Wellem Naa.
 
Dia menjelaskan berdasarkan hasil koordinasi dengan Dinas PTSP Provinsi Papua, galian C yang memiliki izin hanya ada di Iwaka selain dari situ adala ilegal.
 
Menurut mantan Kepala Dinas Satpo PP itu, tidak boleh ada lagi pendekatan secara  persuasif kepada pengusaha sebab aktivitas galian C dalam Kota Timika tidak ada izin atau ilegal.
 
"Tidak boleh lagi ada pendekatan persuasif  segera ambil tindakan tegas dan sita alat-alat di lapangan," tegas Wellem.
 
Dia menilai kembalinya aktivitas galian C secara ilegal di seputaran Kota Timika karena kelemahan Pemkab Mimika dalam menegakan aturan.
 
“Untuk itu dengan dasar Instruksi Bupati Mimika, Pemkab melalui tim yang ada saat ini harus mengambil tindakan tegas untuk pengusaha yang nakal,” kata Wellem
 
Sementara itu Sekda Mimika, Michael Gomar menegaskan setelah adanya pertemuan untuk melakukan evaluasi ini, tim segera turun ke lokasi dan memberikan peringatan agar tidak ada lagi aktivitas galian C.
 
Menurutnya aktivitas galian C di seputaran Kota Timika harus ditutup dan dihentikan karena dampaknya sangat berbahaya.
 
“Instruksi Bupati Mimika sudah jelas tidak boleh ada lagi galian C di sekitar kota dan hanya diperbolehkan di kali Iwaka, Distrik Iwaka," tegas Sekda. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar