Translate

Pramuria di Lokalisasi Kilo 10 yang Terinfeksi HIV akan Didenda Rp3juta dan Dipulangkan

Bagikan Bagikan

Koordinator Lokalisasi Kilo 10, Vilia. 
(Foto: SAPA/ Jefri)
SAPA (TIMIKA)-Pramuria di Lokalisasi Kilo 10, Kampung Kadun Jaya, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, rutin melakukan pemeriksaan kesehatan setiap bulan termasuk pemeriksaan HIV.

Jika saat diperiksa ada pramuria yang terinfeksi HIV maka didenda, lalu kemudian diobati dan dirujuk kembali ke kampung halamannya.

Hal ini sudah menjadi kesepakatan bersama semua pramuria dan berbagai pihak.

Termasuk kesepakatan semua pramuria yang menerima tamu wajib memakai kondom sebagai pelindung.

"Kalau pramuria baru yang positif HIV langsung dipulangkan, sedangkan  pramuria yang sudah bekerja lama dikenakan denda Rp3 juta dan dipulangkan, tapi sebelum dipulangkan terlebih dahulu diberi pengobatan. Selanjutnya mendapat rujukan dan dipulangkan ke kampung halamannya," ujarn Koordinator Lokalisasi Kilo 10, Vilia, saat ditemui Salam Papua di lokalisasi tersebut, Selasa (15/3/2022).

Dia juga mengatakan di lokalisasi itu tidak ada terdapat pramuria dibawa umur.

Usia pramuria di situ berkisar 20 tahun hingga 35 tahun.

"Pramuria yang dibawa umur kami pastikan tidak ada di Lokalisasi Kilo 10, di sini usia minimal  20 sampai 21 tahun dan di usia itupun sudah janda pada saat didatangkan dan maksimal 35 tahun," ungkap Vilia.

Dikatakan jumlah pramuria di Lokalisasi Kilo 10 saat ini sebanyak 243 orang yang tersebar di 20 Bar.

Untuk mendatangkan pramuria, pemilik BAR akan melaporkan kepada ketua RT, selanjutnya ketua RT melaporkan kepada pihak kampung dan Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika.

 “Supaya semua bisa terawasi terutama masalah kesehatan,” ujarnya.

Sebelum, Koordinator Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) pada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Mimika, Andarias Nauw kepada wartawan media ini menyampaikan  semua mucakari di Timika harus melaporkan secara transparan terkait usia pramuria yang dibawa ke Timika untuk dipekerjakan pada tempat hiburan malam (THM).

"Semua pramuria yang dibawa masuk ke Timika wajib lapor kepada Pemkab dalam hal ini P2TP2A dengan data- data yang lengkap termasuk usia dan tidak boleh memanipulasi usia pramuria," kata Andarias. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar