Translate

Seorang Pengantar Galon Air Dianiaya di Jalan Busirih Hingga Kritis

Bagikan Bagikan
Situasi di Jalan Busirih, Timika, lokasi penganiayaan seorang pengantar galon air.
(Foto: SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) - Seorang pengantar galon air bernama Pice dianiaya hingga kritis oleh sejumlah laki-laki yang baru selesai pesta minuman keras (Mirar) di Jalan Busirih, RT2, Kelurahan Inauga, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua pada Kamis  pagi (31/3/2022).

Sesuai informasi dari warga di TKP sebelum melakukan penganiayaan para pelaku meminta uang kepada korban yang saat itu mengendarai mobil pick up untuk mengantar galon air, namun karena korban mengatakan tidak mempunyai uang pelaku langsung memukulnya menggunakan kayu dan batu.  

Akibat kejadian itu situasi sempat memanas karena keluarga korban emosi dan mendatangi TKP mencari para pelaku, namun berhasil diredam aparat kepolisian.

Tiga orang pelaku kini sudah diamankan di Polres Mimika.

“Saya tidak lihat langsung kejadian penganiayaan, tapi saya tahu para pelaku itu dalam kondisi mabuk. Memang di kompleks ini hampir setiap hari selalu ada yang mabuk,” ungkap seorang ibu rumah tangga yang enggan disebutkan namanya kepada Salam Papua.

Sementara seorang ibu yang mengaku sebagai keluarga dekat korban mengatakan  kondisi Pice saat ini kritis di RSUD Mimika karena dipukul dengan keras pada bagian perut sebelah kiri. 

“Tadi saya sempat jenguk saudara saya di RSUD dan kondisinya kritis. Pihak medis sampaikan limpahnya harus diangkat,” ungkap ibu yang juga enggan disebutkan namanya ini.

Untuk meredam situasi ini, beberapa tokoh masyarakat dari pihak pelaku dan korban ikut hadir di TKP dan mengimbaukan agar kasus ini diserahkan sepenuhnya kepada pihak berwajib. 

Wartawan: Acik
Editor: Yosefina 

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar