Translate

Banyak Penjual Buah Padati Trotoar di Timika, Warga Nilai Pemerintah Masa Bodoh

Bagikan Bagikan

Sejumlah pedagang buah berjualan di trotoar Jalan Yos Sudarso, Timika, Papua. 
(Foto: SAPA/Acik)
SAPA (TIMIKA) – Banyak penjual buah memadati trotoar di sekitar perempatan Jalan Bougenville, Jalan Yos Sudarso dan Jalan Pendidikan di Timika, Papua, bahkan sampai di badan jalan, sehingga membuat sebagian warga merasa tidak nyaman melintasi wilayah tersebut.

Mama Florentina, warga yang berdomisili di Jalan Seroja, Kelurahan Koperapoka, Distrik Mimika Baru menilai pemerintah masa bodoh dengan situasi tersebut padahal sangat mengganggu pengguna jalan dan membuat pemandangan tengah kota jadi semrawut.

“Pemkab sepertinya cuek saja padahal ini jelas depan mata dalam kota, sangat mengganggu arus lalu lintas dan pemandangan kota jadi semrawut," ungkapnya kepada Salam Papua di Timika belum lama ini.

Tidak hanya memadati trotoar sampai ke badan jalan dengan jualan, sejumlah pedagang juga membuang sampah sembarangan di dalam got baik sampah plastik maupun sampah buah-buahan yang busuk sehingga di sekitar situ terlihat sangat kotor.

Florentina menyebutkan masalah kebersihan ini sudah disampaikan berkali-kali oleh warga saat Musrenbang atau jika ada kunjungan dari Anggota DPRD Mimika namun hingga saat ini di belum terlihat ada perubahaan di wilayah tersebut. 

"Tiap kali Musrebang dan ada kunjungan dewan kita selalu keluhkan persoalan ini tapi sama saja tidak ada perubahan," keluhnya.

Ia mengatakan seharusnya pemerintah bisa menindak tegas warga yang berjualan buah di atas trotoar sampai di badan jalan dan membuang sampah sembarangan sehingga ada efek jerah.

“kalau memang ada warga yang bandel, kenapa pemerintah ikuti. Harusnya di tindak tegas seperti di kota-kota lainya. Katanya Timika mau jadi Ibukota Provinsi Papua Tengah tapi kalau wajah kotanya semrawut dan kotor begini bagaimana bisa?” ujarnya.
 
Sementara salah seorang pemilik usaha di Jalan Bougenville mengaku risih melihat  begitu banyak pedagang buah berjualan  di trotoar hingga badan jalan di sekitar tempat usahanya. 

Apalagi sampah juga dibuang sembarangan sehingga kelihatan sangat kotor dan semrawut.
“Padahal kalau tidak salah Pemkab Mimika sudah tegaskan untuk tidak berjualan di atas trotoar, tapi kalau mereka berani jualan seperti ini mungkin saja ada orang yang mengizinkan mereka,” kata pria yang enggan disebutkan namanya ini.

Kemudian Kepala Seksi Pengendalian, Dinas Satpol PP Kabupaten Mimika Mimika, Antonius Lesomar mengungkapkan pedagang buah yang berjualan di trotoar sekitar perempatan Jalan Yos Sudarso, Pendidikan dan Jalan Bougenville ini merupakan pedagang musiman yang berjualan ketika ada kapal penumpang yang masuk di Poumako.

Menurutnya masukan warga ini menjadi perhatian serius dan pihaknya akan melalukan sosialisasi agar pedagang musiman itu tidak lagi berjualan di atas trotoar. "Kita akan arahkan mereka untuk berjualan di Pasar Sentral," ungkap Anton saat dihubungi wartawan media ini melalui sambungan telepon seluler.

Anton juga mengapresiasi masyarakat yang selalu memberi masukan dan kritikan terkait masalah kebersihan dan  ketertiban kota.

Menurunnya dengan adanya kritikan artinya masyarakat peduli dan mau mendukung agar Kabupaten Mimika lebih bersih,  rapi dan tertib.

"Kita berterimakasih kepada masyarakat yang mau peduli dengan kondisi kita saat ini. Itu artinya semakin banyak masyarakat yang menginginkan adanya perubahan di Kabupaten Mimika," ujarnya.

Wartawan: Acik/Jefri
Editor: Yosefina 
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar