Translate

Bocah 11 Tahun di Timika Alami Pendarahan Usai Diperkosa Tiga Pria Dewasa

Bagikan Bagikan
Korban (kaos hitam) dan NM saat berada
di Polsek Mimika Baru
(Foto: Salam Papua/Acik)

SALAM PAPUA (TIMIKA) – Seorang bocah berusia 11 tahun, sebut saja Melati  harus mengalami nasib malang diperkosa tiga pria dewasa di salah satu kamar hotel di Jalan Trikora, Timika, Papua.

Akibat perbuatan bejat tiga pria ini melati harus menderita pendarahan pada bagian anus.

Peristiwa ini terjadi sepekan lalu, kemudian terkuak  dan  diketahui orangtua korban lantaran korban mengeluh sakit saat membuang air besar serta  melihat darah yang sering keluar dari anus. 

Penasaran dengan kondisi ini, orangtua korban mencari tahu hingga akhirnya korban mengaku ia dijual temanya berinisial NM, sehingga diperkosa pria hidung belang dengan bayaran Rp100 ribu. 

Keluarga korban pun akhirnya mencari keberadaan NM kemudian ditemukan di bekas Pasar Swadaya atau biasa disebut Pasar Lama dan  langsung digiring  ke Polsek Mimika Baru pada Jumat (13/5/2022) sekira Pukul 20.00 WIT.

“Saya kaget waktu anak saya pulang dengan kondisi lemas dan mengeluh kesakitan di bagian anusnya dan ada banyak darah yang keluar di celana bagian belakang. Kami belum lapor ke polisi saat itu, karena  fokus cari NM dan malam ini baru kami temukan di Pasar Lama. Saat itu juga saya bawah anak saya ke   Puskesmas Timika dan sudah ditangani dokter, tapi sampai saat ini masih keluhkan sakit dan darah masih keluar di anusnya,” ungkap Ayah korban di hadapan anggota jaga Polsek Mimika Baru. 

Sementara itu NM  mengaku, sebelum kejadian ia bersama korban dan seorang temanya yang lain berinisial LN   berangkat dari kediaman korban  di Jalan Kebun Sirih, gang belakang Bengkel Surabaya Motor menuju Jalan Bhayangkara. Tepatnya di Pasar Lama, ia dan korban bersama LN  bertemu tiga orang  pria,  salah satunya  telah dikenal NM sejak  Desember 2021 lalu. 

Tanpa basa basi, tiga pria ini mengajak  NM dan LN ke kamar hotel di Jalan Trikora. Saat itu, korban pun diajak NM untuk bersama-sama ke hotel menumpangi ojek. 

Saat tiba di hotel yang dituju, NM dan LN masuk dalam kamar guna melayani tiga pria hidung belang tersebut. 

Usai melayani ketiga pria tersebut, NM dan LN ke luar kamar dan menawarkan korban untuk masuk ke kamar. Dengan lugunya, korban masuk ke kamar. Meski sempat menolak, korban terus dipaksa LN untuk melayani birahi tiga pria tersebut.

“Saya dan LN dibayar Rp 200 ribu. Kalau korban dibayar Rp 100 ribu. Kami tiga baku tukar layani tiga pria itu,” ujar NM

Sedangkan korban yang didampingi ayahnya mengaku bahwa saat itu dirinya menolak masuk ke kamar hotel, tetapi dipaksa  LN. Demikian juga saat telah dikamar, ia dipaksa melayani tiga pria yang sebelumnya dilayani LN dan NM.

“Saya tidak mau, tapi LN paksa. Saya dibayar Rp 100 ribu. Sampai sekarang saya masih rasa sakit dan susah buang air besar,” ungkapnya. 

Pantauan Salam Papua, kemarin malam sekira Pukul 20.35 WIT, korban didampingi ayahnya beserta NM langsung diarahkan dan dihantar ke Kantor Pelayanan Polres Polres Mimika di Jalan Cenderawasih guna membuat  laporan di unit Perlindungan Perempuan dan Anak.

Wartawan: Acik
Editor: Yosefina

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar