Translate

Disdukcapil Mimika Sosialisasi SOP Pelayanan Adminduk dan Uji Coba KTP Digital

Bagikan Bagikan
Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan
Setda Mimika, Maria Rettob (kelima dari kiri)
foto bersama sejumlah peserta kegiatan
sosialisasi SOP pelayanan Adminduk
dan uji coba KTP digital.
(Foto: Salam Papua/Yosefina)
SALAM PAPUA (TIMIKA) - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Mimika menggelar sosialisasi standar operasional prosedur (SOP) pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk) dan uji coba KTP digital pada Senin (25/7/2022) di salah satu hotel di Jalan Budi Utomo Timika.

Kegiatan yang dibuka oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Setda Mimika, Maria Rettob ini dihadiri semua pimpinan OPD di lingkup Pemkab Mimika atau perwakilannya, sejumlah kepala distrik dan kepala kelurahan serta Anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Mimika. 

Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Setda Mimika, Maria Rettob dalam sambutannya mengatakan, pemerintah kabupaten memberikan apresiasi yang luar biasa kepada Disdukcapil dengan berbagai inovasi baru yang di keluarkan dan dikembangkan.

Semua inovasi itu memberikan banyak manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat saat ini dalam pengurusan dokumen administrasi kependudukan.

Menurutnya pelayanan sesuai SOP sangat penting diterapkan agar setiap kepengurusan dokumen Adminduk dapat diatur sesuai dengan aturan yang berlaku.

Ia juga mengatakan penerapan aplikasi identitas kependudukan digital atau dikenal KTP digital ini sebagai salah satu upaya pemerintah guna memudahkan masyarakat dalam penggunanya.

"Artinya apabila sudah memiliki identitas kependudukan digital maka masyarakat yang ingin berurusan dengan perbankan, BPJS, transportasi dan kepentingan lainnya tidak perlu lagi menggunakan KTP elektronik untuk kelengkapan administrasi, sebab di KTP digital ini tidak hanya nomor induk kependudukan yang terekam melainkan juga semua transaksi-transaksi yang dilakukan secara online," kata Maria.

Sementara itu Kepala Disdukcapil Kabupaten Mimika, Slamet Sutejo menjelaskan uji coba penggunaan KTP digital sebagai salah satu upaya memudahkan masyarakat dalam berbagai keperluan.

Dalam konsep digital ini, identitas dan dokumen kependudukan nantinya hanya tersimpan di handphone dalam satu aplikasi, mulai dari kartu vaksin, NPWP, hingga identitas kepegawaian.

Guna dapat memperoleh KTP digital, masyarakat bisa menginstal aplikasinya di playstore lalu mengikuti langkah-langkah didalamnya.

Selain itu dapat juga dilayani dengan sistem Video call, karena pelayanan pun bisa dilakukan secara jarak jauh.

“Produk terbaru dari Ditjen Dukcapil Kemendagri ini yang secara pelan juga akan migrasikan semua KTP elektronik menjadi KTP Digital,” terang Slamet.

Sementara untuk warga yang tidak memiliki HP android mereka tetap terlayani untuk pembuatan KTP digital. Termasuk yang terkendala jaringan internet di wilayahnya karena bakal dicetak secara fisik.

"Untuk itu maka kami akan memberikan pelayanan pembuatan identitas digital ini secara bertahap, yang belum punya handphone, belum ada jaringan tetap kita layani dengan bentuk fisik dan pelayanan manual seperti sekarang ini," terangnya.

Dia menyebutkan dengan adanya KTP digital ini, kedepan tidak ada lagi terjadi KTP hilang atau rusak. Sebab pindah alamat pun bisa di ganti lewat digital dan akan lebih praktis, efisien, mudah dan cepat serta adaptif dengan perkembangan jaman.

"Ini sebagai wujud bagaimana Disdukcapil seluruh Indonesia terus berinovasi dan adaptif terhadap perkembangan jaman. Mudah-mudahan dengan kemajuan teknologi ini kita bisa terapkan secara bertahap di Kabupaten Mimika dan nanti akan bisa terus berlanjut pelayanan ke Puspem dan distrik," kata mantan Kepala Distrik Tembagapura ini.

Dia mengingatkan dengan pengembangan KTP digital, masyarakat perlu memahami pentingnya menjaga data pribadi.

Jangan sampai, digitalisasi KTP ini malah dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab, karena terkadang masyarakat menyebarluaskan data pribadi secara keliru.

“Karena kadang masyarakat yang menyebarkannya sendiri di Medsos. Perlu kerjasama masyarakat dan pemerintah memiliki pandangan yang sama, data harus dijaga dengan baik dan tidak disebarluaskan,” pungkasnya.

Wartawan/Editor: Yosefina

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar