Translate

Stok Obat Kosong, Angka Kasus Malaria di Mimika Justru Menurun

Bagikan Bagikan
Kadinkes Kabupaten Mimika, Reynold Ubra (Foto:salampapua.com/Acik)

SALAM PAPUA (TIMIKA) – Di tengah kosongnya stok obat malaria dehidro artemisinin pipraquine (DHP, obat biru), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika justru mencatat angka kasus malaria menurun.

Kepala Dinkes Kabupaten Mimika, Reynold Ubra menyampaikan bahwa berdasarkan laporan dari seluruh fasilitas kesehatan hingga tanggal 30 Juni 2022, kasus malaria di Timika menurun hingga ke 4000 kasus. Padahal di bulan Januari 2022, jumlah kasus malaria sebanyak 14 ribu lebih atau hampir 15 ribu kasus. Ini berarti, hampir enam kali lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya, dan kasus malaria yang adapun 70 %  dipengaruhi karena masyarakat yang tidak patuh minum obat.

“Persoalan tingginya kasus malaria itu karena masyarakat tidak patuh minum obatnya. Jadi lebih baik mencegah daripada mengobati. Makananku adalah obatku, obatku bukan makananku,” ungkapnya, Jumat (22/7/2022).

Rey mengatakan, obat malaria yang tersedia saat ini adalah jenis Kina sebanyak 200 kotak, dan Dinkes tetap memantau seperti apa penggunaanya secara rasional di semua fasilitas kesehatan.

Obat DHP kalau tidak ada halangan akan ada di Minggu kedua bulan Agustus. Dimana, berdasarkan informasi dari Kemenkes, untuk jenis DHP sudah ada di Jakarta yang diimpor, sehingga hanya menunggu proses dari Bea dan Cukai, kemudian bisa didistribusikan ke Timika.

Terlepas dari persoalan kekosongan obat malaria, menurut dia, sebenarnya yang terpenting adalah lebih baik mencegah, daripada mengobati.

“Toh kalau memang mengobati, persoalannya adalah masyarakat tidak patuh minum obat (malaria). Padahal untuk obat yang coklat itu harus diminum sampai tuntas. Masyarakat yang tidak meminum obat coklat itu sampai tuntas, tidak dapat memberi efek perlindungan (dari penyakit malaria). Tapi kalau obat coklat dan biru diminum sesuai dengan anjuran dokter sampai tuntas, berarti kita terlindungi sampai satu hingga dua tahun ke depan. Kalau tidak diminum tuntas, berarti setahun itu kita kena malaria bisa sampai dua atau tiga kali,” katanya.

Wartawan: Acik

Editor: Jimmy R

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar