Translate

Bupati Namia Gwijangge: Warga Nduga Jangan Mudah Terprovokasi dan Jangan Balas Dendam

Bagikan Bagikan
Bupati Nduga Namia Gwijangge (Foto:salampapua.com/Acik)

SALAM PAPUA (TIMIKA) – Pasca terjadinya kasus mutilasi empat warga Nduga di Timika, tanggal Agustus 2022, Bupati Namia Gwijangge mengimbau agar seluruh warga Nduga tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi atas isu-isu yang memperkeruh masalah.

Namia juga mengingatkan agar warga Nduga di Timika ataupun yang berada di Kabupaten Nduga tidak perlu balas dendam, karena dalam  Firman Tuhan telah dijelaskan “Ada waktu kita lahir, dan ada waktu kita hidup dan ada waktu kita mati.” Kisah kematian setiap orang tentunya berbeda-beda.

“Saya imbau kepada seluruh warga saya yang ada di Timika maupun di Nduga agar tetap tenang menjalankan aktivitas. Jangan percaya dengan isu-isu yang berkembang. Jangan lagi bikin gerakan-gerakan tambahan. Jangan lagi pikir untuk balas dendam terhadap siapapun. Itu tidak boleh,” katanya saat memantau upaya pencarian satu jenazah yang belum ditemukan, Selasa (30/8/2022), di Pelabuhan Rakyat (Pelra) Agapitus Poumako.

Namia juga menyampaikan terimakasih kepada Polres Mimika karena dengan kerja ekstra polisi, sehingga cepat mengungkap 10 pelaku pembunuhan terhadap empat warga Nduga.

Lebih lanjut diharapkan proses hukum tetap berjalan dan para pelaku dihukum sesuai undang-undang  yang berlaku di Indonesia. Sebab penegakkan hukum berlaku sama bagi semua warga Indonesia, sehingga peristiwa ini tidak lagi menimpa siapapun.

“Saya  sampaikan  terimakasih kepada Bapak Kapolres Mimika yang telah bekerja ekstra cepat berhasil mengungkap para tersangka pelaku mutilasi. Semoga peristiwa ini menjadi yang terakhir dan tidak boleh terulang. Saya berharap proses hukum terus berjalan dan para pelaku dihukum,” katanya di hadapan Kapolres Mimika, AKBP I Gede Putra.

Sementara itu, Kapolres Nduga, AKBP Rio Alexander Panewelan menyampaikan, dengan adanya informasi dari Timika, situasi di Nduga pun sempat ada aksi kecil dari warga, namun cepat diantisipasi bersama Kodim dan beberapa tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berkoordinasi dengan Pemda setempat.

Adapun isu yang beredar di tengah masyarakat Nduga bahwa pembunuhan terhadap empat warga di Timika adalah aksi balas dendam atas pembantaian di Ndogolait. Isu kedua juga terbawa-bawa nama suku, sehingga warga merasa terancam.

“Memang di Nduga sempat ada riak, tapi kecil saja dan sempat kami antisipasi. Kita sudah koordinasi bersama Pemda, kalau memang ada isu, harus ditanyakan ke Polres supaya kita jelaskan,” ujar AKBP Rio.

Wartawan: Acik

Editor: Jimmy

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar