Translate

Menteri Bahlil Pimpin Upacara HUT RI Ke-77 di Tembagapura, Dukung Penuh Freeport Indonesia Realisasi Investasi

Bagikan Bagikan
Situasi pelaksanaan upacara bendera di area operasi PTFI, Tembagapura (17/8/2022) (Foto:Istimewa)

SALAM PAPUA (TEMBAGAPURA) - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penananman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia menghadiri dan sekaligus menjadi inspektur upacara peringatan HUT RI ke-77 di area operasi PT Freeport Indonesia (PTFI) di Tembagapura, Mimika, yang dimulai pukul 08.00 WIT, Rabu (17/8/2022).

Upacara ini dihadiri oleh Presiden Direktur PTFI Tony Wenas yang membaca naskah Proklamasi, karyawan langsung dan kontraktor di lingkungan PTFI, perwakilan pemerintah baik pusat maupun daerah, siswa-siswi dan guru di lingkungan perusahaan, TNI dan Polri, serta perwakilan komunitas di lingkungan perusahaan.

Upacara tahun ini menandai kali pertama Menteri Investasi/Kepala BKPM memimpin upacara di PTFI, sekaligus menyambut era kenormalan baru setelah dua tahun perayaan HUT RI di PTFI terlaksana secara terbatas akibat pandemi Covid-19.

Dalam amanat inspektur upacara, Bahlil mengungkapkan kebanggaannya sebagai putra daerah yang tumbuh dan berproses di Papua dan dapat mengikuti peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di tanah Papua. Sesuai dengan tema tahun ini “Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat”, Bahlil optimis perekonomian Indonesia akan terus bangkit dari keterpurukannya akibat pandemi Covid-19 yang terjadi sejak tahun 2019 lalu.

Senada dengan yang disampaikan Presiden Joko Widodo dalam Sidang Tahunan MPR kemarin (16/8/2022), Bahlil menjelaskan bahwa salah satu faktor pendorong perekonomian Indonesia saat ini yaitu hilirisasi industri Sumber Daya Alam (SDA). Di mana pemerintah telah melakukan pelarangan ekspor barang mentah yaitu nikel, dan akan dilanjutkan dengan pelarangan ekspor bauksit pada 2022 dan timah pada 2023 mendatang. Pelarangan ini sebagai cara agar hilirisasi dilakukan di dalam negeri sehingga memberikan nilai tambah yang tinggi dan juga menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia.

Oleh karena itu, Bahlil mengapresiasi langkah PTFI dalam membangun industri smelter terbesar di dunia yang berlokasi di JIIPE, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Bahlil berharap pembangunan smelter tembaga kedua PTFI ini dapat berjalan sesuai dengan target, yaitu akan selesai pada akhir 2023 dan mulai beroperasi pada bulan Mei 2024. Kementerian Investasi/BKPM berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap PTFI dalam merealisasikan rencana investasinya tersebut.

“Harus diingat, PTFI bukan lagi milik asing seperti dahulu. PTFI sudah milik Indonesia. 51% sahamnya sudah milik Indonesia. Milik kita semua. Tambang Freeport ini adalah salah satu yang berkelas di dunia. Kalau kita mampu mengelola dengan baik, ini akan memberikan 1 (satu) bargain posisi tersendiri Indonesia di mata dunia, bahwa kita sebagai anak negeri bisa mengelola sumber daya dalam negeri dengan baik,” ujar Bahlil.

Dalam kesempatan ini, Bahlil juga mengingatkan PTFI untuk terus melakukan kolaborasi dengan pengusaha lokal dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar area pertambangan dalam berbagai bentuk kemitraan yang berkelanjutan, sehingga tercipta multiplier effects yang positif dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi di daerah.

“Saya ingin menyampaikan dampak investasi harus terasa di daerah. Setiap investasi yang masuk dalam seluruh NKRI harus berkolaborasi dengan pengusaha dan UMKM daerah. Kita harus menjadikan daerah menjadi tuan di negeri sendiri,” ucap Bahlil.

Melalui momentum Hari Kemerdekaan ke-77 Republik Indonesia, Bahlil mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya warga Papua untuk bersama-sama menumbuhkan semangat kolektif dan kolaboratif. Persatuan bangsa menjadi modal kuat bagi Indonesia untuk mampu melewati tantangan dan ancaman resesi global, serta bangkit bersama menjadi negara maju.

“Torang Bisa. Merdeka, Merdeka, Merdeka!,” tutup Bahlil.

Sementara itu, di sela-sela akhir upacara, Presiden Direktur PTFI Tony Wenas mengungkapkan  bahwa PTFI menargetkan produksi tembaga sebesar 1,6 miliar pon dan emas 1,6 juta ounce tahun ini.

PTFI menargetkan produksi tembaga sebesar 1,6 miliar pon dan emas 1,6 juta ounce tahun ini.

“Pencapaian produksi ini merupakan hasil gotong royong putra-putri bangsa di PT Freeport Indonesia dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat yang hidup berdampingan dengan kami. Peringatan HUT RI tahun ini akan memacu kembali semangat kami untuk semakin giat mengisi kemerdekaan dengan terus berkarya dan meningkatkan kontribusi bagi bangsa dan negara,” ungkap Tony.

Menurut Dia, pencapaian kegiatan operasional PTFI berkontribusi secara langsung bagi pengembangan dan pemberdayaan masyarakat yang selaras dan mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau yang dikenal dengan SDGs. PTFI mengedepankan kemitraan multi-pihak dalam pelaksanaan program-program berkelanjutan. 

“Kemitraan PTFI dengan pemerintah Kabupaten Mimika dan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) dalam berbagai upaya pembangunan masyarakat merupakan komitmen kami untuk mewujudkan pancapaian SDGs di Papua, khususnya Mimika. Kemitraan strategis multipihak ini pun kami lakukan dalam penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) SDGs yang mencakup peta jalan percepatan pencapaian SDGs selama 2020-2024,” tutur Tony.

Wartawan/Editor: Jimmy R

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar