Translate

11 Pasien Kusta Basah Dirawat di Puskesmas Pasar Sentral

Bagikan Bagikan
Sejumlah warga yang berobat di Puskesmas Pasar Sentral Kabupaten Mimika (Foto:Istimewa)

SALAM PAPUA (TIMIKA) - Sebanyak 11 pasien kusta basah yang berdomisili di  Kelurahan Pasar Sentral, Timika Indah, Perintis, Inauga dan Kelurahan Sempan, dirawat di Puskesmas Pasar Sentral, Kabupaten Mimika.

“Dari 11 pasien kusta basah ini, terdiri dari enam orang pasien laki-laki dan lima orang pasien perempuan,” ungkap Penanggung jawab (PJ) Kusta Puskesmas Pasar Sentral, Diana T. Haryati,S.Kep. NS saat ditemui wartwan, Sabtu (3/9/2022).

Ia mengungkapkan, selain melakukan perawatan, pihaknya juga memberikan edukasi kepada pasien agar mematuhi semua aturan selama perawatan berlangsung.

Dari 11 pasien ini, ada satu pasein kambuh, artinya bahwa pasien kambuh dan tinggal serumah dengan pasein baru yang belum pernah berobat.

“Untuk pasien kambuh dan pasien baru sudah kita berikan perawatan dengan baik," ujarnya.

Dijelaskan, penyakit kusta merupakan penyakit yang diakibatkan oleh bakteri mikrobakterium leprae, yang ditularkan melalui percikan cairan pernapasan. Kusta dapat dibedakan menjadi dua jenis yang berbeda yakni kusta basah dan kering.

Pada kusta kering disebabkan oleh bakteri Pausi Bacillary. Di mana, bakteri tersebut berkumpul di satu tempat yakni ujung-ujung saraf seluruh tubuh.

Adanya lesi khas seperti bercak putih diakibatkan oleh pausi baciler, berarti kusta kering. Bakteri ini menyerang saraf, makanya membuat mati rasa pada area-area di tubuh, sehingga penanganan pada kusta kering relatif lebih cepat, yakni dengan rutin konsumsi obat dalam kurun waktu enam bulan.

Berbeda dengan kusta basah, yang memakan waktu pengobatan lebih lama yakni 12 bulan lamanya. Bakteri kusta basah dinamakan Multi bacillary. Bahayanya, bakteri ini tidak berkumpul di satu tempat, melainkan menyebar ke berbagai organ di tubuh.

"Kusta basah biasanya tidak menimbulkan mati rasa, makanya sulit dideteksi. Ditambah kumannya menyebar, jadi pengobatannya cenderung lebih lama agar target mematikan bakterinya bisa tepat," terangnya.

Wartawan: Yosefina

Editor: Jimmy

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar