Translate

Kehadiran Bamanat Training Center Dukung Freeport Kembangkan Genersi Papua yang Kompeten dan Berdaya Saing

Bagikan Bagikan
Senior Officer Papuan Relations Papuan Affairs Division (PAD) PT Freeport Indonesia, Carolus Wamafma (Foto:salampapua.com/Yosefina)

SALAM PAPUA (TIMIKA) - Kehadiran Bamanat Training  Center (BTC) di Kabupaten Mimika disebut telah mendukung PT Freeport Indonesia (PTFI) dalam mengembangkan generasi Papua yang berkompeten dan berdaya saing.

Hal ini dikemukan oleh Senior Officer Papuan Relations Papuan Affairs Division (PAD) PTFI, Carolus Wamafma saat ditemui Salam Papua usai penamatan 13 siswa pelatihan millwright batch 1 BTC, di Waanal Coffee and Resto, Jalan Cenderawasih SP3 Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Kamis (15/9/2022).

Mewakili pimpinannya ia mengucapkan terima kasih kepada pihak Bamanat Training  Center serta mitra lainnya yang bekerja sama dan mendukung program PTFI dalam pengembangan masyarakat lokal.

“Semakin banyak mitra yang profesional seperti Bamanat untuk bekerja sama bukan hanya kerja sama memajukan bisnis, tapi juga membantu mendukung komitmen kami mengembangkan masyarakat setempat menjadi berkompeten dan berdaya saing,” ujar Carolus.

Ia menjelaskan, gagasan pemerintah saat ini mendekatkan dunia profesional dan dunia praktisi dengan masyarakat. Untuk dunia akademisi merupakan bagian dari project pelatihan yang selama ini menjadi tanggung jawab pihaknya.

“Kami sangat berkonsentrasi sekali menjalankan misi ini, mendekatkan dunia industri kepada masyarakat,” ujar pria yang sudah 23 tahun bekerja di lingkungan PTFI ini.

Pihaknya sangat berterima kasih karena hehadiran Bamanat khususnya dari perspektif operasi PTFI tidak hanya menolong core bisnis usaha tambang, tapi juga bisa menolong untuk menerjemahkan komitmen dari PTFI kepada pemerintah khususnya pengembangan masyarakat lokal.

Carolus yang empat tahun pertama bekerja di lingkungan PTFI di Departemen Corporate Communication (Corcom) ini berpesan kepada generasi Papua yang sudah memiliki kesempatan kerja agar memiliki pemahaman bahwa pekerjaannya itu merupakan berkat Tuhan. Dalam bekerja juga perlu memiliki semangat untuk berhasil.

“Kita berhasil ini bukan kita melakukan suatu pertandingan kemudian juara baru kita berhasil tidak seperti itu. Kita bergerak dari satu titik ke titik kehidupan yang lain yang membuat masa depan kita menjadi lebih baik itu namanya keberhasilan,” ujarnya.

Putra Papua yang dalam empat tahun kedua di lingkungan PTFI ditugaskan di Departemen Social & Local Development ini menyebutkan ketika seseorang masih sekolah pasti ingin segera tamat dan punya pekerjaan, tapi kenyataannya tidak semudah itu. Walaupun sudah memilih jurusan yang bagus tapi lapangan pekerjaan saat ini semakin sulit. Sehingga bagi yang sudah memiliki kesempatan kerja harus benar-benar bekerja dengan tulus karena itu berkat Tuhan.

“Saya punya tips seperti itu pertama kali masuk dunia kerja di lingkungan Freeport apapun yang ditugaskan kepada saya akan saya kerjakan sebaik-baiknya dengan sepenuh hati, karena ini berkat Tuhan dan saya yakin masa depan saya menjadi lebih baik,” ujarnya.

Pria yang sudah 13 tahun bertugas di Departeman Papuan Affairs Division ini menjelaskan dalam dunia kerja bukan hanya belajar pekerjaan yang dikerjakan tapi banyak hal yang dipelajari melalui interaksi dengan rekan kerja dari berbagai departeman dan juga rekan kerja dari seluruh dunia.

“Itu investasi yang luar biasa,” ucapnya.

Wartawan: Yosefina

Editor: Jimmy

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar