Translate

Soleman Faluk Sebut PT Bamanat Amiete Papua Luar Biasa, Sudah Adakan Pusat Pelatihan di Mimika

Bagikan Bagikan

 

Soleman Faluk (Foto:salampapua.com/Yosefina)

SALAM PAPUA (TIMIKA) - Senior Manager Institut Pertambangan Nemangkawi (IPN), Soleman Faluk mengapresiasi pihak PT Bamanat Amiete Papua telah mengadakan pusat pelatihan di Kabupaten Mimika.

Menurutnya ini hal yang sangat luar biasa karena melalui program itu PT Bamanat Amiete telah menyiapkan tenaga-tenaga kerja yang memiliki keahlian dan siap bekerja.

“Menurut saya ini luar biasa sangat bagus sekali karena isu pengembangan SDM tidak bisa dikerjakan oleh satu pihak, itu program gotong-royong,” kata Soleman yang sudah 25 tahun bekerja di lingkungan PT Freeport Indonesia ini saat ditemui Salam Papua di Waanal Coffee and Resto usai acara penamatan siswa yang mengikuti pelatihan di Bamanat Training Center, Kamis (15/9/2022).

Pria yang sejak Tahun 2017 dipindahkan ke IPN ini mengatakan harusnya semua orang yang peduli tentang pengembangan keahlian calon tenaga kerja, berkolaborasi dan saling mendukung.

“Ujung-ujungnya juga kita mengembangkan SDM anak bangsa, itu bisa melalui Bamanat, Mpaigela dan sebagainya. Harusnya kita saling support,” kata lulusan Universitas Cenderawasih, jurusan Antropologi pada Tahun 1996 silam ini.

Ia berharap, calon tenaga kerja yang sudah mengikuti pelatihan untuk pengembangan keahlian bisa segera memiliki kesempatan berkarir, dengan begitu dapat meningkatkan kehidupan perekonomian dan dapat menurunkan isu ketenagakerjaan di Mimika.

Soleman yang mengawasli karirnya di lingkungan PT Freeport Indonesia pada Tahun 1997 sebagai instruktur di program literasi dan numerasi yakni program paket A yang dilakukan PTFI untuk mengembangkan karyawan yang khususnya  masyarakat asli Papua, lebih khusus tujuh suku yang bekerja sebagai pegawai tetapi memiliki keterbatasan dalam baca tulis ini, menyebutkan orang Papua adalah orang orang yang pintar dan punya kemampuan yang luar biasa. Hanya saja perlu diasah dan dibimbing karena di dunia kerja perlu skill, punya motivasi yang tinggi, rajin dan dengar-dengaran.

“Itu nasehat umum sebenarnya. Kalau itu dimiliki anak-anak Papua seharusnya mereka luar biasa. Artinya punya potensi tapi kalau potensi yang ada tidak dimanfaatkan dengan motivasi yang baik  dan kurang kuat untuk bekerja dan berjuang akhirnya akan terdepak. Tapi kalau dia mau berjuang dan sesuaikan diri, punya motivasi yang tinggi, faktanya sampai hari ini banyak karyawan asli Papua yang sukses dalam karir dan duduk di level pimpinan di lingkungan PTFI,” ujarnya.

Soleman menyebutkan untuk menjadi hebat, keahlian seseorang perlu dibangun terus dan yang terpenting harus mempunyai rasa syukur.

“Kalau orang bersyukur bisa pelihara pekerjaannya, bisa bekerja dengan maksimal. Kalau tidak ada rasa syukur akan bekerja dengan setengah hati,” pungkasnya.  

Wartawan: Yosefina

Editor: Jimmy

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar