SALAM PAPUA (TIMIKA) – Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil
Menengah (UMKM) Kabupaten Mimika, Samuel Yogi menyampaikan komitmennya dalam
memperkuat peran koperasi sebagai penggerak ekonomi masyarakat, khususnya di
wilayah pesisir.
Meski menghadapi berbagai tantangan di lapangan, sejak 2005
hingga 2025 pengembangan koperasi di Mimika terus berjalan. Saat ini perhatian
difokuskan ke wilayah pesisir seperti Kampung Atuka sebagai pusat kehadiran
program pemerintah. Selain itu, penguatan koperasi juga dilakukan di wilayah
perkotaan seperti Kelurahan Wania dan Wangirja.
“Intinya, Menteri Koperasi Republik Indonesia turun langsung
ke kampung untuk melihat kondisi koperasi masyarakat di pesisir,” ujar Samuel,
Rabu (25/2/2026).
Berdasarkan hasil pengawasan, antusiasme masyarakat kampung
di Timika terhadap program koperasi cukup tinggi. Meski sejumlah program baru
belum sepenuhnya berjalan, pembinaan terhadap koperasi binaan tetap dilakukan
secara berkelanjutan, termasuk dalam penyediaan kebutuhan masyarakat menjelang
hari besar seperti Lebaran.
Samuel juga menanggapi kekhawatiran terkait dampak
pembentukan Koperasi Merah Putih terhadap dana desa. Ia menegaskan bahwa
pemerintah daerah telah menjalin komunikasi dengan Lembaga Pengelola Dana
Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) guna
memastikan pembiayaan koperasi tidak mengganggu alokasi dana desa.
“Pemerintah daerah sedang berkomunikasi dengan LPDB sebagai
mitra ke depan, supaya pembiayaan koperasi tidak mengganggu dana desa. Jadi
tidak ada pemotongan atau pengalihan dana desa untuk koperasi,” tegasnya.
Melalui skema dana bergulir dari LPDB-KUMKM, koperasi dapat
mengakses pembiayaan dengan bunga rendah sekitar 3 persen. Dengan demikian,
koperasi tetap dikelola oleh masyarakat, sementara pemerintah berperan sebagai
fasilitator.
Samuel juga mengimbau seluruh kepala kampung di Mimika untuk
mendukung dan menyukseskan program nasional tersebut. Ia menegaskan tidak ada
aturan yang menjadikan kepala kampung sebagai objek atau tujuan kepentingan
tertentu dalam program koperasi.
“Kalau koperasinya sudah maju, kami dari dinas akan
memfasilitasi ke LPDB supaya bisa mendapatkan dana bergulir. Yang pasti, Pemkab
Mimika berkomitmen memperkuat koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan,
terutama di wilayah pesisir dan kampung-kampung, agar berdampak langsung pada
pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.
Penulis: Acik
Editor: Sianturi

