SALAM PAPUA (TIMIKA) – Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, melakukan kunjungan langsung ke Kabupaten Mimika untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Kunjungan tersebut juga menjadi upaya BPJS Kesehatan untuk menyerap aspirasi pemerintah daerah guna memastikan layanan JKN di wilayah Papua, khususnya di Mimika, dapat berjalan optimal.

Pujo menyampaikan bahwa penguatan kolaborasi antara BPJS Kesehatan dan pemerintah daerah merupakan langkah strategis untuk memastikan seluruh masyarakat memperoleh perlindungan kesehatan melalui Program JKN. Menurutnya, dukungan pemerintah daerah sangat penting dalam menjaga kualitas serta pemerataan layanan kesehatan bagi peserta JKN.

“Kunjungan ini kami lakukan untuk menyerap aspirasi pemerintah daerah agar penyelenggaraan Program JKN di Papua, khususnya di Kabupaten Mimika, semakin membuka akses layanan kesehatan bagi masyarakat tanpa harus khawatir biaya,” ujar Pujo dalam rilis yang diterima salampapua.com, Sabtu (7/3/2026).

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Pujo juga menyempatkan diri meninjau layanan kesehatan di RS TNI AD Tk. IV Oro Doro Enakoa. Ia menekankan bahwa penguatan layanan kesehatan tidak hanya menjadi tanggung jawab BPJS Kesehatan, tetapi juga membutuhkan dukungan pemerintah daerah melalui dinas kesehatan.

Menurutnya, kolaborasi tersebut penting untuk memastikan mutu layanan di fasilitas kesehatan tetap terjaga, ketersediaan tenaga kesehatan terpenuhi, sarana dan prasarana semakin memadai, serta kualitas pelayanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) maupun rumah sakit terus meningkat.

Selain itu, Pujo juga menekankan peran aktif pemerintah daerah dalam meningkatkan kepesertaan aktif masyarakat dalam Program JKN. Ia menyebut dukungan tersebut dapat dilakukan melalui pendataan dan reaktivasi kepesertaan bagi peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang sebelumnya dinonaktifkan, sehingga masyarakat yang membutuhkan tetap memperoleh perlindungan kesehatan.

“Kami berharap dukungan pemerintah daerah, termasuk melalui dinas kesehatan, dapat semakin memperkuat kualitas layanan di fasilitas kesehatan. Dengan sinergi yang kuat, masyarakat di Mimika dapat memperoleh akses layanan kesehatan yang lebih mudah, cepat, dan setara melalui Program JKN,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Mimika, Johannes Rettob, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat mendapatkan perlindungan kesehatan melalui Program JKN.

Ia mengatakan, komitmen tersebut juga tercermin dalam target pembangunan daerah yang menempatkan kepesertaan aktif JKN sebagai salah satu indikator utama sektor kesehatan.

“Secara konsisten kami menargetkan 100 persen penduduk menjadi peserta aktif JKN. Target ini juga menjadi salah satu indikator kinerja utama pembangunan bidang kesehatan dalam RPJMD Kabupaten Mimika 2025–2029,” ujarnya.

Johannes menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Mimika juga menyiapkan berbagai langkah untuk memastikan masyarakat tetap dapat mengakses layanan kesehatan, termasuk bagi peserta yang mengalami penonaktifan kepesertaan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menyiapkan dukungan anggaran daerah untuk mengaktifkan kembali kepesertaan masyarakat yang membutuhkan.

“Pemerintah daerah telah menyusun strategi untuk tetap memberikan pelayanan kesehatan optimal kepada masyarakat. Selain itu, kami juga menyiapkan regulasi dan rencana aksi daerah sebagai pedoman pelaksanaan JKN agar masyarakat Mimika tetap terlindungi dalam Program JKN,” pungkas Johannes.

Penulis: Evita

Editor: Sianturi