SALAM PAPUA (TIMIKA) – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Mimika, Reynold Rizal Ubra menegaskan bahwa pelayanan kesehatan bagi masyarakat tetap berjalan meskipun terjadi penonaktifan kepesertaan BPJS Kesehatan pada segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) oleh pemerintah pusat.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tetap berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang terdampak kebijakan tersebut.

“Menyikapi adanya penonaktifan peserta JKN, kami tetap memberikan pelayanan kepada semua masyarakat yang kepesertaan BPJS-nya dinonaktifkan oleh pemerintah pusat,” tegas Reynold usai Rapat Koordinasi bersama BPJS Kesehatan, Kamis (5/3/2026).

Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Mimika, di mana salah satu indikator utama dalam sasaran pembangunan daerah adalah meningkatnya kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang diimplementasikan melalui program jaminan kesehatan daerah.

Reynold menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Mimika memiliki komitmen kuat untuk memastikan seluruh masyarakat tetap mendapatkan akses layanan kesehatan, termasuk melalui dukungan pembiayaan dari pemerintah daerah.

“Dari koordinasi tadi, sesuai keterangan Ketua Komisi III dan Dinas Sosial bahwa untuk anggaran, keberpihakan Pemkab dalam penyelenggaraan jaminan kesehatan nasional sangat siap. Namun memang harus dilakukan evaluasi serta perbaikan pada sistem administrasi dan regulasi yang menghubungkan sistem di BPJS dengan sistem yang ada di pemerintah daerah,” jelasnya.

Ia menambahkan, penyempurnaan regulasi tersebut penting agar target pembangunan di sektor kesehatan, khususnya terkait kepesertaan BPJS Kesehatan, dapat tercapai secara optimal di Kabupaten Mimika.

“Regulasi yang diberlakukan nantinya tentu harus memiliki payung hukum yang kuat dan dituangkan dalam RPJMD periode 2026 hingga 2029. Jadi tidak hanya soal penganggaran, tetapi juga bagaimana program-program strategis dapat saling mendukung lintas sektor dan berjalan secara berkelanjutan,” pungkasnya.

Penulis: Evita

Editor: Sianturi