SALAM PAPUA (TIMIKA)- Hingga hari ketiga Selasa pagi (7/4) antrean untuk membeli gas Liquefied Petroleum Gas (LPG) atau Gas Minyak Bumi Cair, di agen PT Indimatam Nusantara di Jalan Yos Sudarso Nawaripi Timika masih berlanjut.

Ratusan warga nampak antre membawa tabung gas baik isi 12 yang mendominasi dan 5,5 kilogram berjejer di pintu masuk gudang dan toko tersebut. Antrean sendiri sudah terjadi sejak Sabtu lalu (4/4/2026)

Para warga nampak dengan sabar menanti giliran untuk masuk melakukan pembelian yang diawali dengan pembayaran, lalu menukarkan tabung gas kosong dengan yang baru seharga Rp350 ribu untuk isi 12 kilogram.

Kalau dalam antrean sebelumnya, area toko tidak dijaga oleh aparat keamanan namun hanya para karyawan agen, Selasa pagi tampak beberapa personel dari Dinas Satpol PP Mimika membantu mengarahkan warga sehingga proses antrean berjalan aman dan lancar.

Pihak agen mulai melayani para warga sekitar pukul 07.00 WIT dan sudah selesai pada pukul 09.30 WIT, karena jatah untuk sehari sebanyak 200 tabung isi 12 kilogram sudah habis. Sedangkan isi 5,5 kilogram masih cukup banyak dan masih tersedia.

Pihak PT Indimatam, H Tajrimin kepada Salampapua.com mengatakan selama ini pihaknya memang diberikan jatah terbatas oleh PT Pertamina dari Makassar.

“Kita kan ada tabung kosong tapi disuruh diambil di Ambon, namun kita kan tidak punya link ke sana, makanya kami minta kepada Pertamina supaya membuka pasokan lagi kepada kami,” ujarnya.

Terkait jatah kebutuhan tabung gas di Mimika perharinya rata-rata 150 tabung yang disalurkan melalui 3 agen. Dulunya sambung H Tajrimin, pihak Pertamina tidak membatasi pembelian dari agen dan saat ini pihaknya masih memiliki 4.710 tabung dan sudah dibayar kepada Pertamina.

“Tapi itu akses belum dibuka untuk diambil. Mudah-mudahan hari ini berbaik hati bisa dibuka sehingga kita bisa kirim dan jika itu dilakukan maka pasokan gas bisa normal,” terangnya.

Menurutnya, salah satu penyebab terbatasnya jumlah tabung gas ke Timika adalah adanya pembatasan pengambilan oleh PT Pertamina di Makassar sedangkan stok tabung masih banyak di sana namun jumlah yang diberikan hanya terbatas.

“Kepada masyarakat kami imbau agar tidak panik dan tanggal 14 April nanti masuk 2.000 tabung isi 12 kilogram, sebab itu yang paling banyak dibutuhkan masyarakat untuk rumah tangga dan usaha. Saya juga berterima kasih kepada Satpol PP yang bisa membantu proses antre sehingga semua berjalan baik dan tertib,” paparnya.

Dalam proses antre ini sambung H Tajrimin, ditemukan juga oknum warga yang nakal dengan membeli beberapa tabung gas dan datang bolak-balik. Dan dalam proses antrean ini, pihaknya meminta KTP dari setiap warga yang membeli dan mencatat nama-namanya sehingga tidak membeli berulang-ulang.

“Kalau untuk kebutuhan rumah tangga kan sebulan lebih bisa dipakai, kalau untuk warung mungkin seminggu masih bisa. Saya mau melayani dengan baik supaya semua enak dan bukan lagi sekedar cari untung, namun intinya semua masyarakat bisa terlayani dengan baik. Saya yakin kalau kita layani dengan baik maka doanya juga akan baik,”katanya.

Dia menambahkan bahwa dirinya sudah menyampaikan kepada PT Pertamina agar alokasi gas ke Timika tidak dibatasi seperti sekarang, sebab karena pembatasan tersebut yang memicu kejadian seperti sekarang ini bisa terjadi. Dikatakannya, bahwa jatah untuk 3 agen di Timika sama.

“Cuma kita di sini lancarnya karena kita menggunakan kapal sendiri sedangkan yang lain mengandalkan Kapal SPILL, meski kami juga pakai kalau lagi emergensi. Sekali angkut bisa 15 ribu tabung kalau dikasih,” tandasnya.

Sementara itu, Rabu pagi juga masih ada antrean bagi para warga yang masih membutuhkan gas yang Selasa pagi belum sempat mendapata giliran. Karena gas 12 kilogram sudah habis, maka para warga yang tadinya sudah antre pulang dengan tangan kosong. Namun pihak agen mengimbau agar para warga bisa kembali Rabu besok pagi.

Penulis/Editor: Sianturi