SALAM PAPUA (TIMIKA) – Bangunan Puskesmas Pembantu (Pustu)
di Kampung Umar Ararau, Distrik Mimika Barat Jauh, Kabupaten Mimika, dilaporkan
tidak dimanfaatkan akibat tidak adanya tenaga kesehatan (nakes) yang menetap.
Selain itu, kondisi bangunan yang dinilai tidak layak pakai
membuat fasilitas tersebut kini terkesan mubazir, meski baru dibangun pada
2023.
Kaur Pembangunan Kampung Umar Ararau, Ernius Pairio,
mengungkapkan bahwa ukuran bangunan Pustu tersebut terlalu sempit dan tidak
memenuhi standar pelayanan dasar kesehatan.
“Bangunannya sangat kecil, tidak ada kamar untuk tenaga
kesehatan, juga tidak ada ruang khusus untuk pelayanan pasien,” ujarnya, Jumat
(1/5/2026).
Ia juga menyoroti proses pembangunan yang dinilai tidak diawasi secara maksimal. Menurutnya, kontraktor tidak pernah turun langsung memantau pekerjaan di lapangan. Padahal, anggaran pembangunan Pustu tersebut disebut cukup besar.
“Bangunan itu tidak bisa digunakan secara optimal karena
memang tidak layak dari awal,” tambahnya.
Saat ini, Pustu tersebut berada dalam kondisi terbengkalai
di tengah hutan dan tidak terurus. Pelayanan kesehatan bagi warga pun tidak
berjalan maksimal karena tenaga kesehatan dari Puskesmas Taparmai hanya datang
pada waktu-waktu tertentu.
Ernius berharap Pemerintah Kabupaten Mimika dapat lebih
serius dalam merencanakan pembangunan fasilitas kesehatan, khususnya di wilayah
terpencil, agar tidak terjadi pemborosan anggaran.
“Nakes dari puskesmas tidak ada yang menetap, hanya datang
sesekali. Puji Tuhan masih ada tenaga kesehatan dari program YPMAK yang
membantu melayani masyarakat,” pungkasnya.
Penulis: Acik
Editor: Sianturi

