DTPHP Papua Tengah Perkuat Kompetensi Petani Di Delapan Kabupaten Lewat Bimtek Penyuluhan Suasana Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Penerapan Penyuluhan Pertanian yang digelar DISTPHP Provinsi Papua Tengah dan diikuti 40 peserta dari delapan kabupaten di Aula RRI, Jalan Merdeka, Nabire, Rabu (14/10/2026)(Salampapua.com/Elias)

DTPHP Papua Tengah Perkuat Kompetensi Petani Di Delapan Kabupaten Lewat Bimtek Penyuluhan

SALAM PAPUA (NABIRE) – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Ketahanan Pangan (DTPHP) Provinsi Papua Tengah menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Penerapan Penyuluhan Pertanian untuk memperkuat kelembagaan dan meningkatkan kompetensi petani di delapan kabupaten di wilayah tersebut.

Kegiatan yang berlangsung di Aula RRI, Jalan Merdeka, Nabire, Rabu (14/10/2026), dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Papua Tengah, Dr. H. Tumiran, mewakili Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa. Bimtek tersebut diikuti 40 peserta yang terdiri atas petani, pengurus kelompok tani, serta perwakilan dinas terkait dari delapan kabupaten.

Kepala DISTPHP Provinsi Papua Tengah, Karlos Murib, mengatakan peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) pertanian, khususnya petani, menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan kemandirian pangan dan produktivitas pertanian lokal yang berkelanjutan.

Menurutnya, diperlukan wadah koordinasi dan pembinaan yang terstruktur serta terarah, mulai dari aspek perbenihan hingga penerapan teknologi pertanian tepat guna di lapangan.

“Dalam rangka mewujudkan kemandirian pangan serta produktivitas pertanian lokal yang berkelanjutan, kita memerlukan wadah koordinasi serta pembinaan yang terstruktur dan terarah, mulai dari aspek perbenihan hingga penerapan teknologi pertanian tepat guna di lapangan,” katanya.

Ia menjelaskan, kegiatan penyuluhan pertanian tersebut difokuskan pada dua agenda utama, yakni penguatan kelembagaan petani dan peningkatan kompetensi teknis petani.

Melalui penyuluhan dan pembinaan tersebut, pihaknya berharap kemampuan teknis dan manajerial kelompok tani di Papua Tengah semakin meningkat.

“Kami berharap melalui penyuluhan dan pembinaan ini, kita mampu memberikan dampak nyata dalam peningkatan kemampuan teknis maupun manajerial kelompok tani di wilayah Papua Tengah,” ujarnya.

Karlos juga mengingatkan para petani agar mampu mengelola usaha tani secara mandiri dan berdaya saing. Ia meminta seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai serta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bertukar pikiran, membangun sinergi antarkelompok tani, dan menambah pengetahuan dari para narasumber serta penyuluh pertanian lapangan.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada panitia, penyuluh pertanian, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung pembangunan sektor pertanian di Papua Tengah.

Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan yang juga menjabat Kepala Bidang PSP, Agustinus, mengatakan pengembangan penerapan penyuluhan pertanian merupakan bagian penting dalam membangun fondasi kemandirian pangan dan meningkatkan produktivitas hasil pertanian lokal.

Menurutnya, keberadaan kelembagaan petani yang kuat serta peran aktif penyuluh pertanian diperlukan untuk mendukung terwujudnya Papua Tengah yang emas, adil, berdaya saing, maju, dan berkelanjutan.

Agustinus menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan memfasilitasi peningkatan kompetensi petani sekaligus membangun jaringan kelembagaan tani yang kuat di tingkat Provinsi Papua Tengah.

Selain itu, kegiatan ini diarahkan untuk memberikan penyuluhan, pemberdayaan, serta pelatihan terkait peredaran benih dan bibit kepada kelompok tani agar mampu meningkatkan produktivitas pertanian secara mandiri, terutama komoditas tanaman pangan lokal di masing-masing kabupaten.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut bersumber dari APBD Provinsi Papua Tengah Tahun Anggaran 2026 melalui dana Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

Pelaksanaannya mengacu pada Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) DISTPHP Provinsi Papua Tengah, dengan kode DPA/A.1/2.02.27.00.00.09/001/2026, pada kegiatan Pengembangan Penerapan Penyuluhan Pertanian dan subkegiatan Pelaksanaan Penyuluhan dan Pemberdayaan Pertanian.

Agustinus berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi petani dan penyuluh pertanian dalam meningkatkan kapasitas, memperkuat kelembagaan, serta mendorong pengembangan pertanian lokal di delapan kabupaten di Papua Tengah.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan penyuluhan dan pemberdayaan petani tersebut.

Penulis: Elias

Editor: Sianturi