SALAM PAPUA (NABIRE) – Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, mengajak pemuda dan pemudi, khususnya anggota Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI), menjauhi minuman keras (miras) dan seks bebas serta memperkuat iman, moral, dan karakter untuk membangun Papua Tengah.
Pesan tersebut disampaikan Deinas saat membuka Konferensi Cabang (Konfercab) dan Konferensi Daerah (Konferda) I GAMKI Provinsi Papua Tengah di Aula Guest House, Jalan Merdeka, Karang Mulia, Nabire, Jumat (9/10/2026).
Deinas menegaskan, pembangunan Papua Tengah tidak hanya membutuhkan strategi dan program pemerintah, tetapi juga landasan iman serta keterlibatan generasi muda yang memiliki karakter kuat.
“Untuk membangun Papua Tengah, kita harus merendahkan diri di hadapan Tuhan dan meminta tuntunan Roh Kudus. Kita harus menjaga diri, berhenti mengonsumsi minuman keras, dan menghindari seks bebas,” tegasnya.
Dalam sambutannya, Deinas mengutip Matius 24:35, “Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu,” serta Matius 6:33 tentang pentingnya mencari Kerajaan Allah terlebih dahulu. Menurutnya, nilai-nilai tersebut dapat menjadi pedoman bagi pemuda GAMKI dalam menjalankan organisasi dan berkontribusi bagi masyarakat.
Ia juga mengingatkan bahwa GAMKI bukan organisasi baru. Berdiri sejak 1948, GAMKI telah berusia 78 tahun pada 2026.
Menurut Deinas, GAMKI memiliki peran strategis dalam memperkuat pemuda Kristen sekaligus merangkul masyarakat lintas agama. Di Papua Tengah yang terdiri atas delapan kabupaten, pemuda dinilai memiliki posisi penting dalam menjaga persatuan dan mendukung pembangunan daerah.
“Pemuda GAMKI yang ada di Papua Tengah adalah tulang punggung bangsa Indonesia, khususnya Provinsi Papua Tengah dan delapan kabupaten. Kalian juga menjadi tulang punggung gereja,” katanya.
Deinas meminta pengurus dan anggota GAMKI membangun komunikasi dengan berbagai denominasi gereja serta melibatkan lebih banyak pemuda dalam kegiatan organisasi. Ia juga mendorong GAMKI menyusun program kerja yang dapat disinergikan dengan pemerintah daerah.
Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam membangun daerah karena membutuhkan dukungan pemuda dan organisasi kemasyarakatan.
“Kami pemerintah ini tidak bisa jalan sendiri tanpa pemuda. Kami ini hanya memimpin, setiap lima tahun ada pergantian, tetapi GAMKI itu penting karena terus berjalan,” ujarnya.
Ia mengingatkan agar pemuda bergabung dalam organisasi bukan semata-mata untuk memperoleh uang atau jabatan, melainkan untuk belajar berorganisasi, membangun kepemimpinan, dan mengabdi kepada masyarakat.
“Pemuda dan pemudi harus jadi satu untuk membangun negeri ini. Jangan berpikir masuk GAMKI untuk mendapatkan uang atau gaji berapa. Belajarlah berorganisasi karena itu penting,” tegasnya.
Selain itu, Deinas meminta GAMKI mengambil peran sebagai penengah ketika terjadi persoalan antarumat beragama. Ia menekankan pentingnya dialog dan penyelesaian masalah secara bersama-sama agar perbedaan tidak berkembang menjadi konflik.
Ia mencontohkan keberagaman denominasi gereja di Papua Tengah yang menurutnya harus menjadi kekuatan untuk membangun persatuan, bukan menjadi sumber perpecahan.
“Kalau ada masalah di gereja, masjid, atau di tengah masyarakat, pemuda harus hadir untuk membantu menjadi penengah dan mencari solusi bersama,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Deinas secara khusus mengingatkan bahaya konsumsi minuman beralkohol yang dapat memicu kecelakaan dan mengancam keselamatan generasi muda. Ia meminta peserta Konfercab dan Konferda menyampaikan pesan tersebut kepada teman-teman dan keluarga di lingkungan masing-masing.
Ia juga mengingatkan pemuda agar menjaga perilaku seksual dan meningkatkan kesadaran terhadap bahaya HIV-AIDS serta penyakit menular lainnya.
“Orang Papua yang kita kehilangan karena HIV-AIDS dan minuman keras menjadi keprihatinan kita bersama. Karena itu, pemuda harus ikut menyosialisasikan bahaya tersebut kepada teman-teman dan adik-adik kita,” ujarnya.
Deinas menyatakan, Papua Tengah memiliki kekayaan alam yang besar sehingga generasi muda perlu menjaga kesehatan, memperkuat karakter, dan mempersiapkan diri agar mampu menjadi penerus pembangunan daerah.
Ia juga mengajak pemuda GAMKI merangkul berbagai denominasi gereja yang ada di Papua Tengah, membangun komunikasi, dan menjaga kerukunan tanpa membeda-bedakan latar belakang gereja.
Menurutnya, organisasi kepemudaan memiliki tanggung jawab untuk memperkuat persatuan, membentuk karakter generasi muda, serta mendorong kehidupan masyarakat yang damai.
“Pemuda adalah tulang punggung provinsi ini. Kalian harus bekerja keras. Kalau bukan kalian, siapa lagi?” pungkas Deinas.
Penulis: Elias
Editor: Sianturi