SALAM PAPUA (TIMIKA) – Pedagang eceran di Pasar Sentral Timika mengeluhkan harga kacang tanah dan kacang hijau yang terus mengalami kenaikan sejak Desember 2025 lalu.

Harga kacang tanah yang sebelumnya berada di kisaran Rp30.000 per kilogram, perlahan naik menjadi Rp35.000 dan kini menembus Rp50.000 per kilogram. Kenaikan serupa juga terjadi pada kacang hijau, dari Rp30.000 menjadi Rp40.000 per kilogram.

Salah seorang pedagang eceran di Pasar Sentral Timika, Siti Ariani, mengatakan kenaikan harga tersebut sudah terjadi sejak sebelum Natal 2025.

“Untuk kacang tanah, sebelumnya kami membeli satu karung ukuran 50 kilogram seharga Rp825.000. Sekarang harganya bisa mencapai Rp2.150.000. Sedangkan kacang hijau ukuran 25 kilogram saat ini dibeli dengan harga Rp550.000 hingga Rp570.000,” ujar Siti, Sabtu (31/1/2026).

Ia menjelaskan, kacang tanah dan kacang hijau yang dijual di Timika sebagian besar didatangkan dari Surabaya dan Makassar. Namun saat ini, pasokan di tingkat distributor juga mulai berkurang sehingga memicu kenaikan harga.

Selain kacang tanah dan kacang hijau, komoditas beras ketan putih turut mengalami kenaikan. Untuk satu karung ukuran 25 kilogram, harga kini mencapai Rp575.000, sehingga pedagang terpaksa menyesuaikan harga eceran guna menutupi modal.

“Daya beli kacang tanah dan kacang hijau di Timika sebenarnya cukup tinggi. Tapi dengan kondisi harga yang terus naik, konsumen pasti ikut mengeluh,” kata Siti, yang juga dibenarkan oleh sejumlah pedagang lainnya di pasar tersebut.

Penulis: Acik

Editor: Sianturi