SALAM PAPUA (NABIRE) – Kepala SMK Negeri 1 Paniai, Yuliton Degei, SH, M.Pd, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Gubernur Provinsi Papua Tengah Meki Nawipa dan Wakil Gubernur Deinas Geley atas penetapan dan pelaksanaan Program Pendidikan Sekolah Gratis yang dinilai sangat membantu sekolah, peserta didik, serta meringankan beban orang tua.

Menurut Yuliton, program pendidikan gratis yang dijalankan Pemerintah Provinsi Papua Tengah memberikan dampak nyata terhadap keberlangsungan proses belajar-mengajar di SMK Negeri 1 Paniai. Sekolah tersebut tercatat menerima bantuan dana pendidikan lebih dari Rp780 juta, yang dimanfaatkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan peserta didik.

“Program pendidikan gratis ini sangat luar biasa. Beban sekolah dan orang tua sangat diringankan. Dana yang kami terima cukup besar dan sangat bermanfaat untuk menyiapkan sarana serta atribut belajar siswa,” ujar Yuliton.

Ia menjelaskan, melalui bantuan tersebut pihak sekolah telah menyiapkan berbagai kebutuhan siswa, mulai dari seragam sekolah, topi, sepatu, dasi, hingga buku tulis. Pemenuhan kebutuhan dasar tersebut berdampak positif pada semangat belajar peserta didik.

“Anak-anak sangat senang. Orang tua juga banyak menyampaikan kepada kami bahwa mereka sangat terbantu, karena kondisi ekonomi yang terbatas untuk menyiapkan atribut sekolah bagi anak-anaknya,” tambahnya.

Yuliton menegaskan, Program Pendidikan Sekolah Gratis tidak hanya dirasakan oleh pihak sekolah, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya orang tua siswa. Ia menilai kebijakan ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam menjamin hak dasar pendidikan bagi anak-anak Papua Tengah.

Selain menyampaikan apresiasi, Yuliton juga berharap Pemerintah Provinsi Papua Tengah ke depan dapat memberikan perhatian lebih terhadap penguatan pendidikan vokasi, khususnya sekolah menengah kejuruan (SMK). Menurutnya, pendidikan kejuruan membutuhkan dukungan tambahan, terutama dalam penyediaan alat praktik, sarana praktik, serta akses ke dunia usaha dan dunia industri (DU/DI).

“SMK tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik. Selama ini kami masih terbatas dalam alat dan tempat praktik. Kami berharap penguatan pendidikan vokasi dapat dimasukkan dalam program pendidikan gratis, agar lulusan SMK benar-benar siap kerja dan siap bersaing di dunia industri,” katanya.

Ia menilai Program Pendidikan Sekolah Gratis yang diinisiasi Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah merupakan terobosan besar dan pertama kali dirasakan langsung oleh sekolah-sekolah di wilayah tersebut. Oleh karena itu, ia berharap kebijakan ini dapat berkelanjutan dalam jangka panjang.

“Program ini sangat membantu dan kami berharap dapat dilanjutkan hingga lima bahkan sepuluh tahun ke depan. Ini akan sangat memotivasi siswa untuk belajar lebih giat dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Alfrida Magai, salah satu siswa SMK Negeri 1 Paniai, turut menyampaikan apresiasi kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah karena telah menerima bantuan pakaian sekolah berupa baju, rok, dan sepatu dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah.

Penulis: Elias Douw

Editor: Sianturi