SALAM PAPUA (NABIRE) - Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Papua Tengah resmi merilis hasil seleksi verifikasi administrasi peserta Bimbingan Belajar (Bimbel) Persiapan Seleksi Sekolah Kedinasan Tahun Anggaran 2025/2026.

Program strategis tersebut menjadi langkah serius Pemerintah Provinsi Papua Tengah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus memperbesar representasi Putra-Putri Orang Asli Papua (OAP) di lembaga kedinasan Nasional.

Pengumuman tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Nomor 800.1.1.1/95/BKPSDM yang menetapkan ratusan peserta dari delapan kabupaten di Provinsi Papua Tengah yang dinyatakan lolos seleksi administrasi dan berhak mengikuti tahapan lanjutan berupa program bimbingan belajar intensif.

Program ini dipandang sebagai salah satu upaya penting pemerintah daerah untuk membuka akses yang lebih luas bagi generasi muda Papua agar mampu bersaing dalam seleksi sekolah kedinasan yang selama ini dikenal ketat dan kompetitif di tingkat nasional.

Kepala BKPSDM Provinsi Papua Tengah, Denci Meri Nawipa menegaskan bahwa seluruh peserta yang dinyatakan lolos wajib mengikuti apel kesiapan dan pengarahan perdana sebagai bagian dari awal rangkaian pembinaan.

Apel tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin, 18 Mei 2026, pukul 09.00 WIT, di halaman Kantor BKPSDM Provinsi Papua Tengah, Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Morgo, Distrik Nabire.

Seluruh peserta diwajibkan hadir menggunakan pakaian formal hitam-putih, yakni kemeja putih polos dipadukan dengan celana atau rok hitam sesuai ketentuan yang telah ditetapkan panitia.

“Agenda ini bersifat wajib bagi seluruh peserta guna penyamaan persepsi teknis dan pengenalan instrumen pembelajaran selama masa Bimbel berlangsung,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (17/5/2026).

Dia menegaskan bahwa program bimbingan belajar tersebut bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam menyiapkan kader-kader muda Papua Tengah yang disiplin, kompetitif, dan siap menembus berbagai institusi kedinasan negara.

Ratusan peserta yang dinyatakan lolos berasal dari berbagai sekolah di wilayah Papua Tengah maupun luar daerah, mulai dari SMA Negeri, sekolah keagamaan, sekolah asrama, hingga sekolah unggulan nasional. Mereka merupakan representasi generasi muda Papua yang dipersiapkan menjadi calon aparatur masa depan.

Dominasi peserta dari sekolah-sekolah di daerah pedalaman Papua Tengah menunjukkan meningkatnya antusiasme generasi muda Papua dalam mengejar peluang pendidikan kedinasan dan memperjuangkan masa depan melalui jalur pendidikan formal.

Program ini juga dinilai menjadi simbol penting keberpihakan pemerintah terhadap peningkatan kapasitas anak-anak asli Papua di tengah tantangan pendidikan, keterbatasan akses, serta persaingan nasional yang semakin ketat.

Dia berharap seluruh peserta yang telah dinyatakan lolos dapat mengikuti seluruh tahapan pembinaan secara disiplin, serius, dan konsisten agar mampu bersaing dalam seleksi sekolah kedinasan tingkat nasional.

“Pemerintah Provinsi Papua Tengah menegaskan bahwa investasi terbesar daerah ke depan bukan hanya pembangunan fisik semata, tetapi juga pembangunan kualitas manusia Papua yang unggul, berintegritas, dan siap memimpin masa depan daerahnya sendiri,” tuturnya.

Penulis: Elias

Editor: Jimmy