SALAM PAPUA (MAKASSAR) – Pemerintah Kabupaten Nduga terus
mematangkan rencana kerja sama pengembangan sumber daya manusia kesehatan
dengan Rumah Sakit Universitas Hasanuddin (RS Unhas) Makassar.
Dalam rangka persiapan penandatanganan nota kesepahaman
(MoU) antara Bupati Nduga dan RS Universitas Hasanuddin, perwakilan Pemerintah
Kabupaten Nduga yang dipimpin oleh Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten
Nduga, Inna Gwijangge, bersama Direktur RSUD Elvrida Sara Kenyam, DR. Nathaniel
Hadi, melakukan pertemuan dengan jajaran manajemen RS Universitas Hasanuddin,
Selasa (2/6/2026) di Makassar.
Pertemuan tersebut diterima langsung oleh Direktur Utama RS
Universitas Hasanuddin, Prof. dr. Andi Muhammad Ichsan, Ph.D., Sp.M(K), dan
membahas berbagai aspek kerja sama dalam mendukung pelaksanaan Program Pra
Pendidikan Dokter Spesialis bagi dokter putra-putri asli Nduga.
Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban serta
komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia kesehatan dari
Kabupaten Nduga. Pemerintah Kabupaten Nduga berharap kerja sama ini dapat
segera diformalkan melalui penandatanganan MoU antara Bupati Nduga dan pihak RS
Universitas Hasanuddin dalam waktu dekat.
Bupati Nduga, Yoas Beon, SIP, dalam sambutannya yang
dibacakan Inna Gwijangge, menyampaikan bahwa melalui kerja sama ini RS
Universitas Hasanuddin akan menjadi lokasi magang bagi para dokter peserta
Program Pra Pendidikan Dokter Spesialis, sebagai bagian dari peningkatan
kompetensi klinis dan persiapan menuju pendidikan spesialis.
Menurutnya, program tersebut merupakan langkah strategis
Pemerintah Kabupaten Nduga dalam menyiapkan tenaga dokter spesialis asli daerah
yang diharapkan dapat kembali mengabdi serta memperkuat pelayanan kesehatan di
Kabupaten Nduga maupun wilayah Papua Pegunungan.
“Program ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang
Pemerintah Kabupaten Nduga untuk menyiapkan dokter spesialis asli daerah yang
nantinya dapat kembali mengabdi dan memperkuat pelayanan kesehatan di daerah,”
ujar Bupati dalam sambutan tersebut.
Ia menambahkan, Kabupaten Nduga masih menghadapi berbagai
tantangan di sektor kesehatan, mulai dari kondisi geografis yang sulit,
keterbatasan akses transportasi, hingga minimnya tenaga kesehatan, khususnya
dokter spesialis.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Nduga tidak hanya berfokus
pada pembangunan fasilitas kesehatan, tetapi juga berinvestasi pada
pengembangan sumber daya manusia kesehatan asli daerah.
Pada tahun ini sambungnya, sejumlah dokter putra-putri asli
Nduga telah mengikuti Program Pra Pendidikan Dokter Spesialis yang
diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan
Universitas Gadjah Mada (UGM).
Dalam program tersebut, RS Universitas Hasanuddin akan
menjadi lokasi magang bagi para dokter untuk meningkatkan kompetensi klinis,
keterampilan pelayanan medis, serta memperkuat kesiapan akademik sebelum
mengikuti seleksi Program Pendidikan Dokter Spesialis.
Setelah menyelesaikan masa magang, para peserta direncanakan
mengikuti seleksi masuk Program Pendidikan Dokter Spesialis di Fakultas
Kedokteran UGM pada September tahun ini.
Bupati Nduga berharap pengalaman yang diperoleh selama
magang di RS Universitas Hasanuddin dapat menjadi bekal penting bagi para
dokter dalam menghadapi pendidikan spesialis serta pengabdian di daerah asal
mereka.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Nduga dan masyarakat Nduga,
ia juga menyampaikan apresiasi kepada RS Universitas Hasanuddin atas dukungan
dan keterbukaannya dalam pengembangan tenaga kesehatan asal Papua Pegunungan.
Menurutnya, kerja sama ini diharapkan tidak hanya berhenti
pada program magang, tetapi dapat berkembang menjadi kemitraan yang lebih luas
dalam pengembangan pendidikan dokter spesialis bagi putra-putri asli Nduga.
“Kami berharap ke depan semakin banyak dokter asli Nduga
yang memperoleh kesempatan menempuh pendidikan dokter spesialis di Universitas
Hasanuddin dan menjalani pendidikan klinik di RS Universitas Hasanuddin,”
ujarnya.
Ia menilai Universitas Hasanuddin merupakan salah satu pusat
pendidikan kedokteran terbaik di Indonesia Timur yang memiliki kapasitas dan
pengalaman dalam mencetak dokter spesialis yang kompeten dan profesional.
Pemerintah Kabupaten Nduga, lanjutnya, berkomitmen untuk
terus mendukung pengembangan dokter spesialis asli daerah sebagai investasi
jangka panjang dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
“Kami optimistis melalui kolaborasi antara Pemerintah
Kabupaten Nduga, UGM, RS Universitas Hasanuddin, dan Universitas Hasanuddin,
cita-cita menghadirkan dokter spesialis asli Nduga dapat terwujud demi
pelayanan kesehatan yang lebih berkualitas, merata, dan berkeadilan bagi
masyarakat,” tutupnya.
Penulis/Editor: Sianturi

