BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Dampak Jaminan Sosialmelalui PEKA, Wujudkan Kemandirian Ekonomi Keluarga Pekerja BPJS Ketenagakerjaan terus mendorong peningkatan kesejahteraan pekerja melalui Program Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Pekerja (PEKA), yang bertujuan memperkuat kemandirian ekonomi keluarga peserta dengan memberikan pendampingan dan dukungan pengembangan usaha (Salampapua.com/Dokumen BPJS Ketenagakerjaan)

BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Dampak Jaminan Sosialmelalui PEKA, Wujudkan Kemandirian Ekonomi Keluarga Pekerja

SALAM PAPUA (TIMIKA) - BPJS Ketenagakerjaan terus memperkuat dampak program jaminan sosial ketenagakerjaan melalui Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA) sebagai upaya mendorong keluarga pekerja tetap produktif dan mandiri setelah menerima manfaat jaminan sosial.

Bersama Bank NTB Syariah, BPJS Ketenagakerjaan memberikan pelatihan, pendampingan, serta penguatan literasi dan inklusi keuangan kepada 52 penerima manfaat yang merupakan ahli waris peserta di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Program PEKA merupakan inovasi BPJS Ketenagakerjaanyang dirancang untuk membantu ahli waris membangunkembali kemandirian ekonomi melalui pengembangan usaha produktif.

Melalui program ini, manfaat jaminan sosial diharapkan tidak hanya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumtif jangka pendek, tetapi juga menjadi modal usaha yang mampu menciptakan sumber penghasilan baru sehingga keluarga peserta dapat bangkit dan mandiri secara ekonomi.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, menyampaikan apresiasi kepada Bank NTB Syariah atas kolaborasi yang terjalin dalam mendukung keberhasilan Program PEKA.

Menurut Saiful, PEKA merupakan implementasi nyata semangat value beyond protection, di mana BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya hadir ketika risiko terjadi melalui pembayaran manfaat jaminan sosial, tetapi juga mendampingi peserta dan keluarganya agar kembali berdaya dan memiliki sumber penghidupan yang berkelanjutan.

"Program PEKA dijalankan melalui prinsip 3P, yaitu Pelatihan, Produktivitas, dan Profit, sehingga para penerimamanfaat memperoleh keterampilan, mampumengembangkan usaha produktif, serta memiliki peluanguntuk mendapatkan penghasilan yang berkelanjutan," ujarnya pada rilis yang diterima salampapua.com, Sabtu (11/7/2026).

Saiful mengungkapkan bahwa manfaat BPJS Ketenagakerjaan telah dirasakan secara nyata olehmasyarakat NTB. Sepanjang tahun 2025, BPJS Ketenagakerjaan telah membayarkan manfaat sebesarRp430,93 miliar untuk 50.006 klaim kepada peserta dan ahli waris di wilayah tersebut. Sementara hingga Juni 2026, telah dibayarkan 29.554 klaim dengan total manfaatmencapai Rp259,05 miliar.

Menurutnya, besarnya manfaat yang dibayarkan perlu diiringi dengan edukasi dan pendampingan agar mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih berkelanjutan bagi keluarga penerima manfaat, terlebih terhadap pertumbuhan perekonomian daerah.

Selanjutnya, Direktur Utama Bank NTB Syariah, Nazaruddin, menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik kolaborasi tersebut sebagai bagian dari komitmen dalam memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui peningkatan literasi dan inklusi keuangan.

"Akses terhadap permodalan sudah tersedia melalui berbagai produk pembiayaan yang dapat mereka manfaatkan. Tadi juga sudah kami serahkan bantuan melalui Program Tunas, nilainya sekitar Rp10 juta dan sudah berjalan sekitar satu bulan. Ke depan mungkin akan ada skema yang lebih mikro lagi. Yang paling penting, UMKM yang kami dampingi harus benar-benar menjadi produktif," pungkas Nazaruddin.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota Komisi IX DPR RI, Muazzim Akbar, yang memberikan dukungan terhadap inisiatif BPJS Ketenagakerjaan dalam menghadirkan perlindungan sosial yang tidak hanya memberikan manfaat finansial, tetapi juga mampu mendorong peningkatan kesejahteraan keluarga pekerja melalui pemberdayaan ekonomi.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Nabire, Muslika, menyampaikan bahwa Program PEKA merupakan bukti nyata komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi peserta dan keluarganya, tidak hanya melalui perlindungan saat terjadi risiko kerja, tetapi juga melalui upaya pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.

"Program PEKA menunjukkan bahwa manfaat jaminan sosial dapat menjadi titik awal bagi keluarga pekerja untuk bangkit dan membangun kehidupan yang lebih mandiri. Pendampingan, pelatihan, serta penguatan kapasitas usaha menjadi bagian penting agar manfaat yang diterima mampu memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi keluarga peserta," ujar Muslika.

Muslika menambahkan bahwa BPJS Ketenagakerjaan Cabang Nabire akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan dalam meningkatkan kepesertaan sekaligus memastikan manfaat program dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat pekerja.

"Kami mengajak seluruh pemberi kerja di Kabupaten Nabire untuk memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada seluruh pekerjanya. Dengan perlindungan yang optimal, pekerja dapat bekerja dengan lebih tenang, sementara keluarganya memiliki kepastian perlindungan apabila terjadi risiko. BPJS Ketenagakerjaanakan terus hadir memberikan pelayanan terbaik sekaligus mendorong terciptanya kesejahteraan pekerja dan keluarganya," tutup Muslika.

Melalui Program PEKA, BPJS Ketenagakerjaan terus memperkuat perannya sebagai penyelenggara jaminansosial ketenagakerjaan yang tidak hanya memberikan perlindungan ketika risiko terjadi, tetapi juga menghadirkan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan.

Sejalan dengan strategi 3C (Coverage, Care, Credibility), BPJS Ketenagakerjaan berkomitmen memperluas cakupan perlindungan pekerja Indonesia, menghadirkan layanan yang semakin peduli terhadap kebutuhan peserta, serta membangun kepercayaan publik melalui kolaborasi strategis yang memberikan manfaat nyata bagi pekerja, keluarga, dan masyarakat.

Penulis: Evita

Editor: Sianturi