SALAM PAPUA (TIMIKA) – Keterbatasan anggaran yang dialami Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) berdampak pada berkurangnya kuota penerima beasiswa bagi lulusan SMA asal Mimika. Tahun ini, YPMAK hanya mampu mengakomodasi 15 mahasiswa yang lolos seleksi untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.
Wakil Ketua Pengurus Bidang Program YPMAK, Feri Magai Uamang, mengatakan pengurangan kuota beasiswa tidak terlepas dari berkurangnya anggaran yang diterima YPMAK.
"Karena insiden yang terjadi di PTFI maka tentunya YPMAK juga menerima pengurangan biaya. Sehingga dari jumlah beasiswa di tahun sebelumnya kita sangat mengurangi jumlah penerimaan beasiswa di tahun ini," ujarnya kepada SalamPapua.com, Sabtu (11/7/2026).
Feri menjelaskan, minat lulusan SMA untuk memperoleh beasiswa tetap tinggi. Pada proses seleksi masuk UPN Veteran Yogyakarta yang difasilitasi YPMAK, sekitar 190 peserta mengikuti tes. Namun, hanya 15 peserta terbaik yang akan diumumkan sebagai penerima beasiswa pada pekan ini.
Menurutnya, keterbatasan kuota tersebut juga telah disampaikan kepada para calon mahasiswa. Bahkan sebelumnya lebih dari 300 lulusan SMA asal Mimika sempat melakukan aksi menyampaikan aspirasi agar kuota beasiswa ditambah. Meski demikian, YPMAK menegaskan kondisi keuangan saat ini belum memungkinkan untuk membuka kuota baru.
"Kami sudah tegaskan bahwa kami tidak dapat lagi menambah kuota baru, karena memang kondisinya belum stabil dan kita masih tetap membiayai mahasiswa yang masih sekolah. Bahkan kami juga sudah menjelaskan kondisi kita kepada PTFI namun penambahan anggaran pun belum disetujui," tegasnya.
Feri memastikan, meskipun penerimaan mahasiswa baru dikurangi, seluruh program pendidikan yang telah berjalan tetap menjadi prioritas pendanaan. Program pendidikan tingkat SD, SMP, hingga SMA, termasuk program yang telah memiliki alokasi anggaran tahunan, akan terus dilaksanakan sebagaimana mestinya.
Ia berharap ke depan ada kolaborasi antara YPMAK dengan Pemerintah Kabupaten Mimika maupun Pemerintah Provinsi Papua Tengah agar lebih banyak lulusan SMA dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
"Kalau untuk yang sementara bersekolah itu memiliki pembiayaan yang telah ditetapkan, seperti SATP itu sudah ada anggarannya tiap tahun jadi tetap berjalan sama seperti sekolah lainnya. Namun untuk yang baru ini kami harap dapat berkolaborasi dengan pemerintah sehingga anak-anak yang tidak diakomodir YPMAK dapat terakomodir pemerintah," harapnya.
Selain itu, Feri menyampaikan bahwa YPMAK tetap membuka peluang bantuan pembiayaan bagi mahasiswa dari Suku Amungme, Kamoro, dan tujuh suku kekerabatan lainnya yang berhasil diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur mandiri.
Menurutnya, mahasiswa yang telah dinyatakan lolos dapat mendaftarkan diri ke YPMAK untuk mengikuti proses verifikasi bantuan pendidikan.
"Nah bagi Amungme, Kamoro dan 7 suku lainnya yang bisa masuk perguruan tinggi negeri secara mandiri dapat mendaftar diri ke YPMAK untuk pembiayaan. YPMAK akan berupaya membantu," tutup Feri.
Penulis: Evita
Editor: Sianturi