Krisis Pangan Di Puncak, Koops TNI Habema Kirim 2 Ton Bantuan Ke Tiga Distrik Komandan Satgas Teritorial Koops TNI Habema, Brigjen TNI Stefie Jantje Nuhujanan, saat diwawancarai di Hanggar Caravan Terminal Bandara Mozes Kilangin, Timika, terkait penyaluran bantuan pangan ke Kabupaten Puncak, Jumat (31/7/2026)(Salampapua.com/Acik)

Krisis Pangan Di Puncak, Koops TNI Habema Kirim 2 Ton Bantuan Ke Tiga Distrik

SALAM PAPUA (TIMIKA) – Komando Operasi (Koops) TNI Habema menyalurkan lebih dari 2 ton bantuan bahan pangan kepada masyarakat di tiga distrik di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, yang terdampak krisis pangan dan air akibat fenomena El Nino.

Bantuan tersebut disalurkan sebagai respons cepat terhadap kondisi masyarakat di Distrik Oneri, Lamueri, dan Agadugume yang dilaporkan mengalami kekeringan dan gagal panen sehingga berdampak terhadap ketersediaan pangan dan air bersih.

Komandan Satgas Teritorial Koops TNI Habema, Brigjen TNI Stefie Jantje Nuhujanan, mengatakan pihaknya telah menerima informasi mengenai kondisi masyarakat di tiga distrik tersebut sejak 18 Juli 2026.

Personel Koops TNI Habema mengangkat bantuan bahan pangan ke dalam pesawat yang akan diterbangkan menuju Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Jumat (31/7/2026)(Salampapua.com/Acik) Personel Koops TNI Habema mengangkat bantuan bahan pangan ke dalam pesawat yang akan diterbangkan menuju Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Jumat (31/7/2026)(Salampapua.com/Acik)

Menurutnya, kondisi cuaca ekstrem menyebabkan kekeringan serta penurunan suhu udara yang cukup drastis, dengan suhu disebut berkisar antara 2 hingga 9 derajat Celsius. Kondisi tersebut berdampak terhadap hasil pertanian masyarakat dan memicu kelangkaan bahan pangan.

“Atas perintah Panglima Koops Habema, kami segera menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi seluruh warga di tiga distrik tersebut,” ujar Brigjen Stefie saat memantau proses penyaluran bantuan di Hanggar Caravan Terminal Bandara Mozes Kilangin, Timika, Jumat (31/7/2026) pagi.

Bantuan yang dikirimkan berupa sejumlah kebutuhan pokok, antara lain beras, kopi, gula, susu, serta biskuit yang diperuntukkan bagi bayi dan balita.

Penyaluran bantuan dilakukan menggunakan dukungan transportasi udara karena kondisi geografis ketiga distrik tersebut sulit dijangkau melalui jalur darat. Koops Habema mengerahkan dua pesawat dan dua helikopter untuk mendukung proses pengiriman bantuan.

Selain faktor medan, aspek keamanan juga menjadi perhatian dalam proses distribusi bantuan mengingat wilayah tersebut disebut masih terdapat aktivitas kelompok bersenjata.

“Meski medannya sulit dan ada ancaman keamanan, namun ini adalah bencana kemanusiaan. Kami akan berupaya semaksimal mungkin agar bantuan ini tersalurkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat yang terdampak,” tegasnya.

Brigjen Stefie menjelaskan, penyaluran bantuan tersebut akan dilakukan dalam tiga tahap. Hal itu dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat di tiga distrik dapat dipenuhi secara bertahap sesuai kondisi dan akses wilayah.

Selain bantuan pangan, Koops Habema juga menyiagakan tenaga medis beserta obat-obatan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan kesehatan yang dapat muncul akibat kondisi cuaca ekstrem, keterbatasan pangan, maupun kekurangan gizi.

“Kami akan selalu berusaha hadir membantu masyarakat yang mengalami krisis pangan dan air. Besar harapan kami, bantuan ini bisa meringankan beban yang saat ini dialami masyarakat di tiga distrik tersebut,” pungkas Brigjen Stefie.

Penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya Koops Habema dalam memberikan dukungan kemanusiaan kepada masyarakat di wilayah yang mengalami keterbatasan akses dan kondisi darurat.

Penulis: Acik

Editor: Sianturi