Buka Rapimprov Kadin Kedua, Meki Dorong Pengusaha Lokal Lebih Kreatif Dan Profesional Foto bersama dengan Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa usai membuka Rapimprov Kadin Papua Tengah di Aula Guest House Karang Mulia, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Kamis (24/9/2026)(Salampapua.com/Elias)

Buka Rapimprov Kadin Kedua, Meki Dorong Pengusaha Lokal Lebih Kreatif Dan Profesional

SALAM PAPUA (NABIRE) – Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa mendorong Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Papua Tengah memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi melalui sektor swasta dan usaha lokal.

Hal itu disampaikan Meki saat menghadiri dan membuka Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) Kadin Papua Tengah ke-2 di Aula Guest House Karang Mulia, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Kamis (24/9/2026).

Meki mengatakan pertumbuhan ekonomi daerah berkaitan erat dengan pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, pembangunan tidak hanya diukur dari banyaknya gedung atau kendaraan, tetapi juga dari kemampuan masyarakat memperoleh penghasilan dan berkembangnya usaha lokal.

Ia menyebut sekitar 76 persen pertumbuhan ekonomi Papua Tengah masih bergantung pada sektor pertambangan. Kondisi tersebut, kata dia, membuat perekonomian daerah rentan terganggu apabila aktivitas pertambangan mengalami hambatan.

“Kalau rakyat tidak punya penghasilan tetap atau pengusaha lokal tidak bergerak, maka pertumbuhan ekonomi tetap rendah,” kata Meki.

Karena itu, Meki meminta Kadin di kabupaten lebih proaktif menggerakkan sektor swasta. Ia mencontohkan aktivitas usaha di Nabire, termasuk pembayaran pajak oleh pelaku usaha, turut memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Meki juga menyoroti tingginya biaya logistik di Papua Tengah yang menjadi salah satu tantangan bagi pelaku usaha. Salah satunya dalam pemasaran hasil laut seperti kepiting ke luar Papua yang masih menghadapi persoalan ukuran, kualitas dan biaya pengiriman.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, ia mendorong Kadin dan Pemprov Papua Tengah membangun kerja sama, termasuk dalam penyediaan infrastruktur pendukung seperti pelabuhan nelayan, cold storage dan fasilitas lainnya.

Menurut Meki, pemerintah berencana membangun pelabuhan nelayan di Nabire pada tahun depan. Pengelolaan potensi perikanan, kata dia, harus dilakukan secara bersama agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Selain perikanan, Meki menyampaikan rencana pengembangan usaha peternakan ayam. Tahun ini akan dibangun sekitar 10 kandang ayam pedaging di Timika. Sementara empat kendang ayam petelur direncanakan dibangun di wilayah binaan Pemprov Papua Tengah, yakni dua di Nabire dan dua di Timika.

Ia menilai usaha masyarakat akan lebih kuat apabila dibangun melalui kerja sama dan dikelola secara profesional.

“Kalau mau maju, harus grup. Kalau sendiri, sulit berkembang,” ujarnya.

Meki juga meminta pelaku usaha mengedepankan kejujuran, kesetiaan, kerja keras dan disiplin. Menurutnya, keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan kemampuan akademik, tetapi juga kreativitas, konsistensi dan kemampuan membangun kerja sama.

Ia mencontohkan pengembangan produk kopi Papua Tengah. Produk yang sama, menurutnya, dapat memiliki nilai jual lebih tinggi apabila dikemas secara kreatif dan memiliki identitas daerah.

“Kadin harus kreatif melakukan hal-hal yang kecil tapi berdampak besar, kecil tapi punya keuntungan yang besar, dan kecil tapi bisa bermanfaat bagi banyak orang,” katanya.

Meki juga mendorong Kadin Papua Tengah mulai menyusun program kerja sama dengan pemerintah untuk 2027. Ia berharap Rapimprov tidak menghasilkan terlalu banyak program, tetapi fokus pada satu hingga tiga program yang dapat dijalankan bersama secara nyata.

Dalam kesempatan tersebut, Meki turut menyinggung persoalan upah minimum yang menurutnya perlu dibahas bersama antara pemerintah dan dunia usaha. Ia meminta Kadin memberikan masukan kepada pemerintah agar kebijakan upah dapat mempertimbangkan kemampuan pengusaha lokal sehingga dunia usaha tetap dapat berjalan.

Selain itu, Meki mendorong Kadin melakukan sosialisasi kepada masyarakat adat mengenai pola kerja sama pemanfaatan tanah. Menurutnya, tanah tidak selalu harus dijual, tetapi dapat dimanfaatkan melalui skema kerja sama, kepemilikan saham atau sewa dalam jangka waktu tertentu.

“Tanah tidak perlu dijual, tetapi bisa kerja sama dengan orang, masyarakat bisa mendapat saham atau tanahnya disewakan dalam jangka waktu tertentu,” ujarnya.

Meki berharap Rapimprov Kadin Papua Tengah menjadi momentum menyatukan pemikiran antara pemerintah dan dunia usaha. Menurutnya, pengembangan ekonomi membutuhkan kerja sama, konsistensi dan komitmen seluruh pihak.

“Bisnis tidak butuh orang pintar, tetapi butuh orang kerja keras, jujur dan disiplin untuk bisa berjalan ke depan,” pungkasnya.

Rapat Pimpinan Provinsi Kadin Papua Tengah ke-2 tersebut menjadi forum bagi jajaran Kadin dan pelaku usaha untuk membahas arah program serta peluang kerja sama pengembangan ekonomi di Papua Tengah.

Penulis: Elias

Editor: Sianturi