FKUB Mimika Gelar Doa Bersama Mimika Harmoni, Tokoh Lintas Agama Berdoa Untuk Kerukunan Dan Kedamaian Foto bersama FKUB, Kesbangpol dan Kemenhaj dan Umrah Mimika serta para tokoh usai doa bersama bertajuk Mimika Harmoni di aula Masjid At Taqwa di Jalan Pattimura Timika, Rabu (23/9/2026)(Salampapua.com/Sianturi)

FKUB Mimika Gelar Doa Bersama Mimika Harmoni, Tokoh Lintas Agama Berdoa Untuk Kerukunan Dan Kedamaian

SALAM PAPUA (TIMIKA) – Tokoh lintas agama, pemerintah, kepolisian, organisasi kepemudaan dan masyarakat menggelar doa bersama bertajuk “Mimika Harmoni” dengan tema “Menyatukan Jiwa, Meneguhkan Mimika Harmoni: Berbeda dalam Iman, Bersaudara dalam Kemanusiaan, Bersatu untuk Mimika” di Aula At Taqwa, Jalan Pattimura, Timika, Rabu (23/9/2026).

Kegiatan yang mengusung pesan dari Matius 5:9 tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kerukunan antarumat beragama serta menjaga keamanan dan stabilitas sosial di Kabupaten Mimika.

Doa bersama tersebut dihadiri Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Mimika, Dr Jeffrey Hutagalung, MPhil, Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Mimika, Amelda Mince Rumayomi, S.Sos., MPA , Kapolres Mimika, AKBP Alredo Rumbiak, Ketua KNPI Mimika, Rafael T, perwakilan Cipayung, jajaran Polres Mimika, tokoh agama, tokoh pemuda dan sejumlah elemen masyarakat.

Perwakilan pendoa dari kaum muda yang berdoa untuk kedamaian dan kerukunan di Kabupaten Mimika oleh FKUB di Aula Masjid At Taqwa Jalan Pattimura Timika, Rabu (23/9/2026)(Salampapua.com/Sianturi) Perwakilan pendoa dari kaum muda yang berdoa untuk kedamaian dan kerukunan di Kabupaten Mimika oleh FKUB di Aula Masjid At Taqwa Jalan Pattimura Timika, Rabu (23/9/2026)(Salampapua.com/Sianturi)

Ketua Persekutuan Gereja-Gereja Mimika (PGGM), Pdt. Pascal Warint, S.Th., memimpin doa dalam kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, Ketua FKUB Mimika, Jefrey Hutagalung, menekankan pentingnya memastikan setiap proses pembangunan rumah ibadah berjalan sesuai persyaratan dan ketentuan yang berlaku.

Ketua FKUB juga mengajak seluruh elemen masyarakat yang ada di Kabupaten Mimika agar senantiasa menjaga perdamaian sehingga Mimika yang aman dan damai serta harmoni dapat terwujud.

“Menjadikan Mimika sebagai rumah kita dan harmoni bukan hanya tugas kami, namun mari semua elemen masyarakat turut ambil bagian. Ke depan akan ada beberapa agenda besar seperti Konfrensi Nasional Kota Toleransi dimana Mimika sebagai tuan rumah, sehingga kita semua harus turut menyukseskannya,” tegas Jefrey.

Bahkan pada Bulan Oktober mendatang, FKUB Mimika juga akan menggelar pertandingan olahraga FKUB Cup antar kerukunan dan akan diisi dengan berbagai kegiatan seperti pentas seni dan lainnya, sehingga kegiatan bukan hanya berfokus pada kerohanian namun juga fisik seperti olahraga.

Sementara itu, Sekretaris Kesbangpol Mimika, Amelda Mince Rumayomi, S.Sos., MPA, mengatakan Mimika merupakan rumah bersama bagi seluruh masyarakat dengan latar belakang yang beragam.

“Mimika adalah rumah bersama. Perbedaan tidak memisahkan kita. Mari kita wujudkan Mimika yang aman dan harmonis,” ujarnya.

Ia mengatakan, pembangunan manusia tidak hanya menyangkut pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan kerohanian. Menurutnya, harmoni tidak berarti seluruh masyarakat harus memiliki pandangan yang sama, melainkan mampu menjadikan keberagaman sebagai kekuatan bersama.

Kesbangpol, kata Amelda, memiliki peran strategis dalam menjaga harmoni tersebut melalui dialog lintas agama, mendorong partisipasi masyarakat, penanganan konflik, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan.

Ia menjelaskan, konsep kota harmoni dapat diwujudkan melalui sikap saling menghormati perbedaan keyakinan, memberikan ruang bagi setiap warga menjalankan hak beragamanya, menjaga kehidupan yang damai, serta mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan.

Amelda juga menyampaikan bahwa Mimika akan menjadi tuan rumah agenda Konferensi Kota Toleransi yang dijadwalkan berlangsung pada 16-17 November 2026.

“Saya mengajak kita semua menyukseskan agenda ini sehingga suasana kedamaian terus terjadi. Jangan ada lagi pertikaian, bahkan pembunuhan,” ujarnya.

“Artinya Mimika sudah dilirik oleh seluruh Indonesia dari luar. Ini kegiatan yang luar biasa agar kota ini selalu harmoni,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak yang diwakili Kasat Binmas Polres Mimika, AKP Budiman Sianturi, mengatakan kegiatan doa bersama tersebut menjadi momentum untuk mengingatkan seluruh masyarakat bahwa Mimika merupakan keluarga besar dan meerupakan miniaturnya Indonesia.

“Acara ini menjadi momentum bahwa kita adalah keluarga besar. Saling menghormati dan kasih sayang, komitmen bersama untuk menjadikan Mimika aman dan damai. Teguh, rukun dan harmoni,” katanya.

Budiman juga mengajak masyarakat berperan aktif menjaga keamanan lingkungan dan segera melaporkan apabila mengetahui adanya kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Ia menyampaikan, masyarakat dapat menghubungi layanan kepolisian melalui Call Center 110 yang dapat diakses selama 24 jam yang juga terkoneksi ke Mabes Polri di Jakarta.

“Kami mohon dukungan dari kita semua,” ujarnya.

Para perwakilan muda dari 5 agama yakni Islam, Katolik, Hindu, Budha dan Protestan kemudian memimpin doa bersama yang berjalan dengan hikmat untuk kedamaian dan kerukunan di Kabupaten Mimika.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan lagu “Mimika Rumah Kita” dan doa penutup yang dipimpin Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Mimika, H. Muhammad Hilal, S.Pd.I., M.Pd.I.

Melalui doa bersama Mimika Harmoni, seluruh pihak kembali menegaskan pentingnya menjaga toleransi, saling menghormati dan memperkuat persaudaraan sebagai modal bersama dalam menciptakan Mimika yang aman, damai dan harmonis.

Penulis/Editor: Sianturi