SALAM PAPUA (TIMIKA) – Menyambut pelaksanaan Konferensi Kota Toleran (KKT) yang dijadwalkan berlangsung di Mimika pada 16 November 2026, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Mimika akan menggelar pertandingan Minisoccer Kerukunan FKUB Cup 2026.
Kegiatan yang untuk pertama kalinya digelar FKUB Mimika tersebut dijadwalkan berlangsung 12-14 Oktober 2026 di Lapangan Golden Arena, Jalan Cenderawasih, SP2, Timika. Hal itu disampaikan dalam pertemuan persiapan yang digelar di Kantor FKUB Kabupaten Mimika, Jalan Yos Sudarso, Timika, Rabu (7/10/2026).
Pertemuan dipimpin Ketua FKUB Kabupaten Mimika, Dr. Jeffrey Hutagalung, M.Phil., bersama jajaran FKUB. Hadir Ketua PGGM Pdt. Victor Warin, Kepala Seksi Bimas lima agama Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mimika, Kasat Binmas Polres Mimika AKP Budiman Sianturi, Kasat Intel Polres Mimika, Ketua MUI Mimika H.M. Amin, S.Ag., Ketua PHDI, Permabudhi, wasit minisoccer serta perwakilan musisi lokal.
Skema pertandingan Minisoccer Kerukunan FKUB Cup yang akan digelar 12-14 Oktober 2026 di Lapangan Goldenstone Timika yang disampaikan pada pada pertemuan, Rabu (7/10/2026)(Salampapua.com/Sianturi) Ketua FKUB Mimika, Dr. Jeffrey Hutagalung, mengatakan Minisoccer Kerukunan FKUB Cup 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga sarana mempererat hubungan antarpemuda lintas agama sekaligus menyampaikan pesan perdamaian menjelang pelaksanaan KKT di Mimika.
“Tujuannya untuk menjalin hubungan antarpemuda lima agama. Mengingat situasi saat ini, kegiatan ini menjadi bagian untuk menyongsong KKT yang akan dilaksanakan di Mimika pada November,” ujarnya.
Jeffrey menjelaskan, dalam pertemuannya dengan Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) dan staf khusus Kementerian Agama RI, terdapat pembahasan mengenai rencana pelaksanaan KKT di Mimika.
Menurutnya, sejumlah kota besar seperti Yogyakarta, Salatiga dan Jakarta sempat menyampaikan keberatan terkait rencana pelaksanaan kegiatan tersebut di Mimika, terutama karena adanya pemberitaan mengenai kondisi keamanan di wilayah Papua.
“Kalau boleh dialihkan karena ini menyangkut apa yang mereka lihat di media, yakni soal keamanan karena menyangkut situasi yang ada di daerah penyangga Mimika. Bahkan sampai ada yang bilang, ‘tidak usah kami ke sana. Kalau kami tertembak siapa yang bertanggung jawab?’ Nanti gubernur, bupati dan wali kota serta Polda yang menjadi jaminan,” ungkapnya.
Ia mengatakan, kondisi tersebut menjadi perhatian bersama karena menyangkut citra dan marwah Kabupaten Mimika sebagai tuan rumah KKT. Karena itu, FKUB Mimika ingin memastikan bahwa kegiatan tersebut dapat berlangsung aman sekaligus menunjukkan bahwa Mimika memiliki semangat kerukunan dan perdamaian.
“Kita berharap media juga dapat menyuarakan perdamaian. Media nasional juga akan dihadirkan sehingga gaung acara ini bisa sampai secara nasional. Kita mohon bantuan semua pihak untuk mendukung acara ini,” katanya.
Jeffrey menambahkan, pembukaan Minisoccer Kerukunan FKUB Cup 2026 direncanakan dihadiri pimpinan daerah. Panitia juga akan menghadirkan lima musisi, terdiri dari tiga musisi dari luar daerah dan dua musisi lokal.
Sementara itu, Kasat Binmas Polres Mimika AKP Budiman Sianturi mengatakan pengamanan kegiatan tersebut tidak memerlukan jumlah personel yang terlalu besar karena merupakan kegiatan olahraga yang dikemas dalam rangkaian kerukunan umat beragama.
Namun, ia mengingatkan potensi keributan di dalam lapangan tetap perlu diantisipasi, terutama apabila terdapat keputusan wasit yang dinilai kontroversial oleh pemain atau pendukung.
“Yang perlu dikhawatirkan adalah keributan di dalam lapangan. Jangan sampai ada ketika ada keputusan wasit yang kontroversial. Semoga kegiatan ini bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.
Ia mengatakan, berdasarkan koordinasi dengan pihak kepolisian, sekitar 15-20 personel dapat dikerahkan untuk mendukung pengamanan kegiatan.
Dalam pertandingan tersebut, peserta berasal dari lima agama, yakni Islam, Katolik, Protestan, Hindu dan Buddha. Sebanyak delapan tim akan ambil bagian, masing-masing MUI I dan II, PGGM I dan II, Katolik I dan II, PHDI serta Permabudhi.
Pertandingan menggunakan sistem gugur. Berdasarkan hasil pengundian yang dilakukan secara digital, delapan tim tersebut akan bertanding pada babak awal dengan pasangan PHDI melawan PGGM I, Katolik I melawan MUI II, PGGM II melawan Katolik II, serta MUI I melawan Permabudhi.
Sistem gugur membuat tim yang kalah langsung tersingkir, sedangkan tim pemenang melaju ke semifinal. Selanjutnya, pertandingan akan menentukan dua finalis serta laga perebutan juara ketiga.
Mayor Inf. Subandrio memimpin pembahasan teknis pertandingan sekaligus proses pengundian. Pengundian dilakukan menggunakan sistem digital untuk memastikan proses berlangsung transparan dan menghindari pengaturan pasangan pertandingan.
Panitia menyiapkan hadiah bagi juara pertama sebesar Rp10 juta, juara kedua Rp8 juta dan juara ketiga Rp5 juta, disertai trofi dan uang pembinaan. Sementara tim yang belum berhasil meraih juara juga akan mendapatkan uang pembinaan.
Selain pertandingan utama, panitia menyiapkan laga ekshibisi yang melibatkan tokoh lintas agama, seperti pastor, pendeta, ustaz, pinandita dan pandita.
Panitia juga akan menggelar technical meeting untuk membahas aturan pertandingan dan materi pemain. Aturan pertandingan selanjutnya akan dibagikan kepada seluruh tim peserta.
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang perjumpaan bagi pemuda lintas agama sekaligus memperkuat pesan bahwa Mimika merupakan daerah yang menjunjung kerukunan, persaudaraan dan perdamaian menjelang pelaksanaan Konferensi Kota Toleran pada 16 November 2026.
Penulis/Editor: Sianturi