SALAM PAPUA (NABIRE) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Pengkajian Prioritas Daerah untuk memperkuat perencanaan pembangunan berbasis data dan kajian yang akurat.
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium RRI, Jalan Merdeka, Karang Mulia, Nabire, Kamis (1/10/2026), dibuka oleh Staf Ahli II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Herman Kayame, yang mewakili Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa. Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Bapperida dan sejumlah pemangku kepentingan.
Dalam sambutannya, Herman menyampaikan apresiasi kepada Bapperida Papua Tengah yang telah menyelenggarakan FGD tersebut sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan yang efektif, efisien, inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Ia mengatakan, Papua Tengah memiliki potensi sumber daya alam, sumber daya manusia, kekayaan budaya, serta keragaman karakteristik wilayah yang besar. Namun, di sisi lain, provinsi ini juga menghadapi berbagai tantangan pembangunan yang kompleks sehingga membutuhkan penanganan secara terpadu dan berkelanjutan.
"Dalam konteks tersebut, pembangunan tidak cukup hanya dilaksanakan berdasarkan asumsi ataupun pendekatan rutin. Kita membutuhkan perencanaan yang didasarkan pada data, informasi, kajian, bukti empiris, serta pemahaman yang mendalam terhadap kondisi dan kebutuhan masyarakat," ujarnya.
Menurut Herman, pengkajian terhadap berbagai isu strategis dan permasalahan pembangunan sangat penting untuk memastikan kebijakan dan program pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat Papua Tengah.
Karena itu, FGD tersebut diharapkan menjadi ruang untuk menyamakan pemahaman, menghimpun berbagai pandangan, serta menggali informasi dan rekomendasi dari para pemangku kepentingan.
"Kegiatan FGD ini memiliki arti penting sebagai ruang untuk membangun kesamaan pemahaman, menghimpun berbagai pandangan, serta menggali informasi dan rekomendasi dari berbagai pihak," katanya.
Ia berharap forum tersebut tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga menghasilkan rumusan isu strategis, identifikasi permasalahan pembangunan, serta rekomendasi kebijakan yang dapat menjadi bahan penyusunan dan penyempurnaan perencanaan pembangunan daerah.
Herman menegaskan, setiap kebijakan pembangunan harus memiliki dasar yang kuat dengan memperhatikan permasalahan yang perlu diselesaikan, penyebabnya, masyarakat yang terdampak, intervensi yang dibutuhkan, serta indikator keberhasilannya.
Menurutnya, pembangunan juga harus menempatkan masyarakat sebagai subjek sekaligus penerima manfaat utama. Oleh sebab itu, aspirasi masyarakat, karakteristik sosial budaya, kondisi geografis, kebutuhan kelompok rentan, dan potensi lokal harus menjadi bagian penting dalam proses perencanaan.
"Kita juga perlu memperkuat keterpaduan antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, lembaga adat, dunia pendidikan, dunia usaha, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi tersebut sangat penting karena berbagai persoalan pembangunan tidak dapat diselesaikan oleh satu sektor atau satu perangkat daerah saja," jelasnya.
Lebih lanjut, Herman berharap hasil kajian dan diskusi tersebut dapat memperkuat penerapan evidence-based policy atau kebijakan berbasis bukti, yakni kebijakan pembangunan yang dirumuskan berdasarkan data, hasil penelitian, kajian, pengalaman lapangan, serta bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
"Dengan demikian, kebijakan pembangunan yang kita tetapkan tidak hanya baik secara administratif, tetapi benar-benar memiliki relevansi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat," ungkapnya.
Ia juga berharap FGD tersebut menghasilkan rekomendasi yang realistis, terukur, dapat dilaksanakan, dan ditindaklanjuti oleh masing-masing perangkat daerah sesuai dengan tugas dan kewenangannya.
"Seluruh proses pengkajian ini harus bermuara pada satu tujuan utama, yaitu mewujudkan pembangunan Provinsi Papua Tengah yang semakin berkualitas dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.
Penulis: Elias
Editor: Sianturi