Tujuh Sandera Jila Diklaim Masih Hidup, Kapolda Papua Tengah Dorong Penyelesaian Damai Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Jermias Rontini (Salampapua.com/Acik)

Tujuh Sandera Jila Diklaim Masih Hidup, Kapolda Papua Tengah Dorong Penyelesaian Damai

SALAM PAPUA (TIMIKA) – Kelompok yang mengatasnamakan Markas Pusat Pertahanan TPN/OPM Papua Barat dan Pertahanan Kodap X mengklaim tujuh dari sembilan korban penyanderaan di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, masih hidup dan berada dalam penguasaan mereka.

Klaim tersebut disampaikan kelompok bersenjata pimpinan Jhon Lokbere pada Senin (28/9/2026) dan beredar melalui sejumlah platform media sosial.

“Tujuh orang yang ikut bersama kami masih hidup,” kata salah satu anggota kelompok tersebut setelah membacakan daftar nama tujuh korban dalam unggahannya.

Hingga kini, kondisi ketujuh korban tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Menanggapi informasi tersebut, Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Jermias Rontoni, mengatakan sejak awal pihaknya terus mengupayakan penyelesaian secara damai agar seluruh korban dapat kembali kepada keluarga.

Ia menjelaskan, sembilan korban sebelumnya dibawa secara paksa dari tengah keluarga masing-masing. Menurutnya, tindakan tersebut merupakan tindak pidana penculikan.

“Distrik Jila berada di perbatasan dengan Kabupaten Nduga, sehingga kasus penyanderaan ini tentunya berdampak sangat tidak baik bagi stabilitas keamanan. Sejak awal, kami lakukan pendekatan supaya kasus ini bisa diselesaikan secara damai dan para korban dapat dikembalikan ke pelukan keluarganya,” ujar Jermias usai menghadiri peletakan batu pertama pembangunan rumah jabatan dokter RS Bhayangkara di Mile 32, Kamis (1/10/2026).

Kapolda mengatakan pendekatan persuasif tetap menjadi bagian dari upaya kepolisian untuk memastikan keselamatan para korban dan mencegah terjadinya eskalasi di wilayah Jila.

Ia menambahkan, apabila pihak yang menahan para korban menginginkan proses pengembalian tanpa melibatkan aparat kepolisian, pihaknya tetap menghormati pilihan tersebut sepanjang keselamatan para korban dapat dipastikan.

Menurut Jermias, fokus utama kepolisian adalah memastikan keamanan dan keselamatan masyarakat di Distrik Jila serta mendorong agar seluruh korban dapat kembali kepada keluarganya.

Sementara itu, Bupati Mimika, Johannes Rettob, mengatakan Pemerintah Kabupaten Mimika telah membentuk tim yang melibatkan pihak keluarga korban untuk melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pihak yang menahan para korban.

“Kami sudah membentuk tim bersama pihak keluarga supaya dapat melakukan koordinasi dengan para pelaku secara kekeluargaan. Kami berharap mereka dapat dikembalikan dengan damai,” ujar Rettob.

Pemkab Mimika berharap komunikasi yang dibangun bersama keluarga dapat membantu proses pengembalian para korban secara aman dan damai.

Penulis: Acik

Editor: Sianturi