SALAM PAPUA (TIMIKA) – Marching Band Symphony Amor dari
Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) Timika kembali menorehkan prestasi
membanggakan di ajang internasional Jakarta Drum Corps International (JDCI)
2025, dengan meraih gelar Juara Favorit. Kompetisi bergengsi tersebut
berlangsung di Jakarta pada 20 Desember 2025.
Symphony Amor yang diperkuat 14 siswa SATP tampil pada
kategori Senior Class Drumline Battle. Pada babak Preliminary, tim asal Papua
ini mencatatkan skor 78,8 dan menempati peringkat kedua, sekaligus mengantarkan
mereka masuk dalam lima besar terbaik dunia di kategori tersebut.
Meski langkah Symphony Amor terhenti sebelum babak final karena
hanya empat tim teratas yang berhak melaju penampilan energik dan solid para
siswa justru menarik perhatian publik internasional. Melalui mekanisme voting
daring, Symphony Amor akhirnya dinobatkan sebagai Juara Favorit.
Kepala SATP Timika, Sonianto Kuddi, menegaskan bahwa
pencapaian ini bukan sekadar kemenangan kompetisi, melainkan bagian dari visi
besar pendidikan SATP yang berorientasi global.
“Ini adalah wujud nyata visi dan misi SATP, bagaimana
anak-anak Papua mampu berkompetisi di level internasional. Di bidang seni,
mereka telah membuktikan bahwa Papua hadir, berkarya, dan mendapat pengakuan
dunia,” ujar Sonianto saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (14/1/2026).
Perwakilan UPT Seni SATP, Aurelia Marshal, mengungkapkan
bahwa keberhasilan tersebut melalui proses persiapan yang panjang dan disiplin.
Sebanyak 14 siswa terpilih menjalani karantina latihan intensif selama 5–15
Desember 2025, bahkan saat siswa lain menjalani masa libur sekolah.
“Anak-anak tetap tinggal di asrama dan fokus berlatih. Kami
ingin memastikan kesiapan mereka secara teknis maupun mental sebelum tampil di
Jakarta,” jelas Aurelia.
Sementara itu, pelatih Symphony Amor, Cristian Gosal,
menilai penampilan anak-anak SATP jauh melampaui ekspektasi, mengingat ini
merupakan pengalaman pertama mereka tampil di ajang internasional dengan format
kompetisi battle.
“Secara mental pasti ada rasa gugup, tapi mereka mampu
mengontrol diri, tampil rapi, tenang, dan musikal. Untuk debut internasional,
hasil ini sangat luar biasa,” ungkap Cristian.
Ke depan, pihak pelatih berencana menambah jam terbang
Symphony Amor agar para siswa semakin matang dan percaya diri menghadapi
kompetisi berskala besar.
Keberhasilan Symphony Amor juga tidak terlepas dari dukungan
penuh PT Freeport Indonesia melalui program kemitraan pendidikan dan seni.
Seluruh kebutuhan tim difasilitasi, mulai dari penerbangan Airfast rute
Timika–Jakarta pada 16 Desember 2025, akomodasi hotel, transportasi selama
kegiatan, hingga kepulangan ke Timika pada 22 Desember 2025.
Dukungan serupa turut diberikan oleh Yayasan Pemberdayaan
Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) yang secara konsisten mendorong
pengembangan bakat generasi muda Papua di berbagai bidang.
Jakarta Drum Corps International (JDCI) dikenal sebagai
salah satu ajang kompetisi drumline paling bergengsi yang diikuti peserta dari
berbagai negara dan menjadi tolok ukur kualitas marching band dunia.
Melalui Symphony Amor, generasi muda Papua kembali
membuktikan bahwa keterbatasan geografis bukan penghalang untuk berprestasi.
Dari Timika, harmoni itu kini bergema hingga panggung global membawa pesan
disiplin, keberanian, dan kebanggaan akan jati diri Papua.
Penulis: Evita
Editor: Sianturi

