SALAM PAPUA (TIMIKA) – Ratusan warga yang tergabung dalam Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Cabang Mimika menggelar aksi damai di Taman Terbuka Hijau, Bundaran Petrosea Timika, Kabupaten Mimika, Senin (3/8/2026).
Aksi ini berlangsung meskipun sebelumnya permohonan izin pelaksanaannya telah ditolak oleh Kapolres Mimika, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak.
Massa yang terdiri dari gabungan pelajar, mahasiswa, ibu rumah tangga, dan tokoh masyarakat tersebut berkumpul untuk menyuarakan aspirasi terkait kondisi politik yang dinilai merugikan Orang Asli Papua (OAP), serta menyoroti dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang terus terjadi, khususnya di wilayah Pegunungan Tengah dan wilayah lainnya yang memicu pengungsian massal.
Pantauan salampapua.com di lokasi, para demonstran mengenakan atribut khas seperti salib merah dan bendera Bintang Kejora. Mereka membentangkan sejumlah spanduk berisi tuntutan dan pernyataan sikap, antara lain:
- Papua zona darurat Militer dan kemanusiaan. Karena itu seluruh rakyat Papua tidak boleh diam dan bersuara serta menentang semua bentuk penindasan.
- Segera tahu! Pastikan PGB nomor 1752 tentang mengubah perjanjian New York 15 Agustus 1962 tentang hak perorangan masih berarti?
- Save Our Souls (SOS) - Selamatkan jiwa-jiwa kami.
- Right to self-determination for West Papua.
Hingga pukul 10.40 WIT, massa terlihat masih menduduki area taman hijau yang dikelola oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Orasi disampaikan secara bergantian oleh perwakilan dari berbagai elemen, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga tokoh perempuan dan mama-mama Papua.
Menyikapi aksi tersebut, aparat keamanan terlihat siaga di sekitar lokasi. Puluhan personel dari Polres Mimika dan Satuan Brimob Polda Papua Tengah dikerahkan untuk melakukan pengamanan. Pengawalan di lapangan dipimpin langsung Wakapolres Mimika, Kompol Junan Plitomo, bersama sejumlah perwira lainnya untuk memastikan situasi tetap terkendali dan mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Hingga berita ini diturunkan, aksi berjalan relatif kondusif meski berada dalam pengawasan ketat aparat.
Penulis: Acik
Editor: Jimmy