SALAM PAPUA (TIMIKA)- Tanda kleptomania bisa dikenali dengan
adanya dorongan yang tidak tertahankan untuk mencuri barang. Langkah penanganan
pun diperlukan untuk mengendalikan perilaku ini. Dengan demikian, penderitanya
dapat terhindar dari bahaya dan jeratan hukum.
Bagi seorang kleptomania, tindakan mencuri bukan karena
mereka membutuhkan atau menginginkan barang tersebut, melainkan karena mereka
tidak mampu menahan keinginan untuk mencuri. Barang yang dicuri pun sebenarnya
mampu mereka beli sendiri atau bahkan tidak memiliki nilai ekonomi sama sekali.
Kleptomania sendiri tergolong sebagai gangguan mental yang
dipicu oleh masalah emosional atau kontrol diri. Orang yang memiliki gangguan
kontrol impuls seperti ini akan sulit menahan godaan atau dorongan untuk
melakukan tindakan yang berbahaya. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui
berbagai tanda kleptomania agar mendapatkan penanganan.
Tanda-Tanda Kleptomania
Kleptomania tidak sama dengan pencurian yang dilandasi oleh
motif kriminal. Berikut ini adalah beberapa tanda kleptomania yang sering
dialami oleh penderitanya:
1. Mencuri di mana saja
Salah satu tanda kleptomania yang utama adalah keinginan tak
tertahankan untuk mencuri di mana saja. Biasanya, seorang kleptomania mencuri
di lokasi ramai, seperti supermarket atau toko. Namun, tak jarang mereka juga
bisa mencuri di tempat pribadi, seperti rumah teman atau kerabat.
2. Merasakan ketegangan yang meningkat sebelum mencuri
Sebelum mencuri, penderita kleptomania biasanya merasakan
ketegangan yang begitu hebat. Rasa tegang yang hadir ini berkaitan dengan
gangguan kontrol impuls yang tak terkendali.
3. Merasa lega dan senang setelah mencuri
Tanda kleptomania lain yang dialami penderitanya adalah
merasa lega, senang, atau bahkan puas setelah mencuri suatu barang. Namun,
mereka juga akan langsung merasa malu, bersalah, menyesal, benci pada diri
sendiri, atau muncul rasa takut akan ditangkap.
4. Tidak pernah menggunakan barang-barang yang dicuri
Barang-barang yang dicuri oleh seorang kleptomania sering
kali hanya diletakkan, disimpan, atau diberikan lagi pada orang lain. Bahkan,
tak jarang barang curian tersebut dikembalikan kepada pemiliknya secara
diam-diam.
5. Memiliki dorongan mencuri yang hilang dan timbul
Dorongan untuk mencuri dapat datang dan pergi juga menjadi
salah satu tanda kleptomania. Pencurian juga bisa terjadi dengan intensitas
yang lebih besar atau lebih kecil dari waktu ke waktu. Selain itu, pencurian
yang dilakukan penderita kleptomania tidak didasarkan alasan halusinasi,
delusi, marah, atau balas dendam.
Penyebab kleptomania belum diketahui secara pasti. Namun,
kondisi ini diduga terkait dengan faktor genetik dan gangguan keseimbangan
hormon di otak, yaitu hormon serotonin dan hormon dopamin.
Bahkan, penderita kleptomania terkadang juga memiliki
gangguan kejiwaan lain, seperti depresi, rasa cemas berlebihan, gangguan
kepribadian, gangguan suasana hati, atau gangguan pola makan.
Cara Mengatasi Kleptomania
Setelah mengetahui berbagai tanda kleptomania, bisa
disimpulkan bahwa kondisi ini merupakan gangguan mental yang tidak dapat
dianggap remeh. Jika dibiarkan tanpa penanganan, kleptomania dapat menimbulkan
penderitaan bagi penderita maupun keluarganya.
Sebagian penderita kleptomania menahan rasa malu akibat
gangguan tersebut. Bahkan, mereka takut jika nantinya akan ditangkap dan
dipenjara sehingga tidak berani mencari bantuan profesional.
Hingga kini, belum ada obat khusus yang mampu menyembuhkan
kleptomania. Namun, penanganan dengan psikoterapi dan obat dapat menekan
dorongan untuk mencuri pada penderita kleptomania.
Terapi yang dilakukan untuk penderita kleptomania umumnya
ditujukan untuk mengetahui permasalahan psikologis yang menjadi pemicunya.
Jenis terapi yang bisa digunakan untuk mengatasi kleptomania meliputi: Terapi
perilaku kognitif, terapi konseling keluarga, psikodinamik dan terapi
modifikasi perilaku.
Terapi-terapi tersebut biasanya dilakukan secara personal
maupun berkelompok. Selain terapi, serangkaian obat juga diberikan untuk
melengkapi terapi psikologis bagi penderita kleptomania. Obat yang digunakan
meliputi fluoxetine, fluvoxamine, paroxetine, dan sertraline, yang dapat
meningkatkan hormon serotonin pada otak.
Jika Anda secara pribadi mengalami tanda-tandanya atau orang
yang Anda kenal menunjukkan beberapa tanda kleptomania, sebaiknya segera
konsultasi ke psikiater atau psikolog. Jika perilaku ini bisa ditangani dengan
segera, penderita pun dapat terhindar dari risiko moral, sosial, dan hukum yang
bisa merugikan kedepannya. (Sumber: Alodokter)
Editor: Sianturi

