SALAM PAPUA (TIMIKA) – Aktivitas penerbangan di Bandara Mozes Kilangin Timika menunjukkan tren positif sepanjang 2026. Hingga Juli, Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Mozes Kilangin telah melayani 503.586 penumpang, atau sekitar 63,9 persen dari target tahunan yang ditetapkan sebanyak 788.288 penumpang.
Kepala UPBU Mozes Kilangin, Muchammad Nafiek, mengatakan jumlah tersebut merupakan akumulasi pelayanan penumpang selama periode Januari hingga Juli 2026. Dari total tersebut, sebanyak 421.683 penumpang tercatat datang, sementara 81.903 penumpang merupakan penumpang transit.
“Dalam waktu tujuh bulan saja, capaian sudah mendekati 64 persen dari target tahunan. Jika tren berlanjut, diperkirakan target 2026 akan terlampaui sebelum akhir tahun,” jelas Nafiek, Jumat (14/8/2026).
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan tingginya aktivitas pergerakan penumpang melalui Bandara Mozes Kilangin. Dengan sisa waktu hingga akhir tahun, pihaknya optimistis target tahunan dapat dicapai bahkan berpotensi terlampaui apabila tren jumlah penumpang tetap bertahan.
Dari sisi pelayanan, Nafiek menegaskan bahwa operasional bandara saat ini telah berjalan sesuai standar dan ketentuan yang berlaku. Fasilitas baik di sisi udara maupun sisi darat dinilai masih cukup memadai untuk mendukung aktivitas penerbangan.
Meski demikian, terdapat kebutuhan infrastruktur yang menjadi perhatian, salah satunya helipad untuk parkir helikopter. Fasilitas tersebut dinilai penting terutama ketika terjadi peningkatan aktivitas penerbangan pada periode tertentu, seperti musim Natal.
“Pengembangannya direncanakan, tergantung ketersediaan anggaran dan persetujuan teknis. Sementara diantisipasi dengan tata cara operasi lain yang tetap terjamin aman,” tambahnya.
Nafiek mengatakan, peningkatan jumlah penumpang tidak serta-merta harus diikuti dengan pembangunan fisik berskala besar. Menurutnya, kondisi infrastruktur Bandara Mozes Kilangin saat ini masih cukup mendukung pelayanan.
Karena itu, ke depan UPBU Mozes Kilangin akan lebih memfokuskan perhatian pada peningkatan pola operasi dan efisiensi pelayanan. Hal tersebut akan dilakukan melalui evaluasi bersama antara pengelola bandara dan maskapai untuk memastikan pelayanan tetap optimal seiring meningkatnya jumlah penumpang.
“Untuk infrastruktur fisik sudah cukup, tidak perlu pembangunan besar saat ini. Yang terus dievaluasi adalah pola operasi dan efisiensi pelayanan,” pungkas Nafiek.
Penulis: Evita
Editor: Sianturi