SALAM PAPUA (TIMIKA) — Yayasan Pemberdayaan Masyarakat
Amungme dan Kamoro (YPMAK), pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia,
menggandeng empat kantor akuntan publik (KAP) guna melakukan audit independen
atas laporan pertanggungjawaban (LPJ) pengelolaan dana program yang dijalankan
lembaga dan yayasan mitra.
Kerja sama ini bertujuan memastikan kesesuaian, kewajaran,
efektivitas, serta kepatuhan mitra pelaksana dalam menggunakan dana kemitraan.
Selain mengaudit LPJ, KAP juga akan memeriksa transaksi keuangan, kesesuaian
kebijakan dan prosedur, serta penggunaan dana terhadap rencana anggaran belanja
(RAB) sebagaimana tertuang dalam perjanjian kerja sama (PKS).
Empat KAP yang dilibatkan memiliki ruang lingkup audit
berbeda. KAP Purba Lauddin dan Rekan akan mengaudit LPJ lima yayasan pelaksana
Program Kampung Sehat, yakni Yayasan Papua Lestari, Yayasan Ekologi Papua,
Yayasan Care Peduli, Yayasan Rumsram, dan Yayasan Siklus Sehat Indonesia.
KAP Adi dan Deki mengaudit LPJ pengelolaan dana program
beasiswa di Universitas Katolik De La Salle Manado. Sementara KAP Helianto dan
Rekan melakukan audit program beasiswa di Yayasan Bina Teruna Cenderawasih
(Binterbusih) Semarang.
Adapun KAP S. Mannan Ardiansyah dan Rekan mengaudit
pengelolaan dana pendidikan tingkat SMP, SMA, hingga perguruan tinggi di dalam
dan luar negeri, termasuk di Lokon dan Seminari Menengah Kakaskasen Tomohon
untuk periode Juli–Desember 2024 dan Januari–Juni 2025.
Ketua Pengurus YPMAK, Leonardus Tumuka, menyebut kerja sama
ini sebagai langkah positif di awal tahun untuk memperkuat tata kelola lembaga.
Ia menegaskan YPMAK mengelola dana besar bagi masyarakat Suku Amungme, Kamoro,
dan lima suku kekerabatan, sehingga prinsip akuntabilitas harus tetap dijunjung
tinggi.
“Kami terus mencari cara agar proses administrasi lebih
ringkas tanpa mengurangi prinsip pertanggungjawaban. Kami juga berharap KAP
tetap independen dan menjaga netralitas,” ujarnya.
Ia optimistis kehadiran auditor eksternal akan meringankan
beban kerja internal sekaligus memperlancar pelaksanaan program tanpa
mengabaikan prinsip transparansi dan akuntabilitas keuangan.
Wakil Ketua Pengurus Bidang Program YPMAK, Feri Magai
Uamang, menyambut baik kehadiran mitra auditor independen tersebut. Menurutnya,
jumlah mitra pelaksana program YPMAK cukup banyak, sementara tenaga pemeriksa
LPJ terbatas, sehingga proses administrasi kerap mengalami hambatan.
“Kehadiran KAP akan sangat membantu mempercepat pemeriksaan
laporan keuangan mitra,” ujarnya, Sabtu (28/2/2026).
Hal senada disampaikan Bendahara YPMAK, Ramlon Marbun. Ia
berharap kerja sama ini membuat proses administrasi keuangan lebih lancar
sehingga hak penerima manfaat, khususnya peserta beasiswa, tidak tertunda.
“Kita berharap LPJ dan audit bisa lebih cepat, sehingga dana
dapat disalurkan tepat waktu,” katanya.
Penulis: Evita
Editor: Sianturi

