SALAM PAPUA (TIMIKA) – Upaya meningkatkan ekonomi masyarakat pesisir terus dilakukan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK), pengelola Dana Kemitraan PT Freeport Indonesia, melalui Program Kampung di Kampung Aparuka, Distrik Mimika Barat, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Program Kampung merupakan bagian dari upaya mendorong peningkatan ekonomi masyarakat pesisir melalui skema pendampingan terstruktur yang dijalankan YPMAK dengan membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Program Kampung Tahun Anggaran 2026.

Staf Divisi Ekonomi YPMAK, Febri Sianipar mengingatkan masyarakat mengenai mekanisme pelaksanaan Program Kampung, termasuk masa kerja Pokja yang dimulai pada Maret hingga Oktober 2026.

Menurutnya, program tersebut bertujuan memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan ekonomi produktif di kampung.

“Program kampung ini bertujuan memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat. Jadi kegiatan yang dilakukan harus berkaitan dengan ekonomi sehingga bisa membantu kebutuhan dapur dan kehidupan masyarakat,” ujarnya dalam rilis yang diterima salampapua.com, Sabtu (14/3/2026).

Febri menjelaskan, setelah masa kerja berakhir pada Oktober, pengurus Pokja diwajibkan menyampaikan laporan pertanggungjawaban (LPJ) sebelum akhir tahun 2026.

Selain itu, dalam pelaksanaan program, perempuan juga harus dilibatkan dengan porsi minimal 40 persen.

“Untuk tahun 2026, anggaran Program Kampung di wilayah pesisir masih tetap sama seperti tahun-tahun sebelumnya, yaitu sebesar Rp300 juta. Anggaran tersebut dibagi menjadi Rp240 juta untuk kegiatan program masyarakat dan Rp60 juta untuk biaya operasional,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kampung Aparuka, Yonas Kenaroke mengatakan, pemilihan pengurus Pokja dilakukan melalui kesepakatan bersama masyarakat.

“Siapa saja bisa dipilih, yang penting bisa bekerja untuk kepentingan orang banyak. Kami berikan waktu kepada masyarakat untuk berkoordinasi sebelum menentukan pengurus,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, masyarakat juga menyampaikan sejumlah usulan program untuk tahun 2026, di antaranya pengadaan lima unit genset untuk lima RT serta pengembangan perkebunan pisang.

Salah satu warga Kampung Aparuka, Antonius Kenaroke berharap pengurus Pokja yang baru dapat bekerja dengan baik serta melibatkan seluruh aparat kampung dan tokoh masyarakat dalam pelaksanaan program.

“Kami berharap pengurus yang baru bisa bekerja dengan baik dan melibatkan semua pihak agar program yang sudah dibicarakan dapat berjalan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pokja Kampung Aparuka terpilih tahun 2026, Polce Maupati menyatakan siap menjalankan amanah masyarakat dan melaksanakan program yang telah disepakati.

“Saya siap bekerja dan menjalankan program untuk masyarakat. Program yang sudah direncanakan akan kami jalankan dengan baik,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada tim YPMAK yang terus hadir melihat kondisi masyarakat serta berkoordinasi dengan warga Kampung Aparuka untuk meningkatkan kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat setempat.

Adapun susunan pengurus Pokja Kampung Aparuka periode 2026 yaitu Ketua Polce Maupati, Sekretaris Lukas Ewata, Bendahara Kersensia Umaniyau, serta anggota Alousius Utuma dan Yulianus Ewata.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Staf Divisi Ekonomi YPMAK, Dwi Iksan Kanang, Febri Sianipar, Julius Cenawatme, Staf Admin Wakil Ketua Pengurus Perencanaan Program YPMAK Johanes Isak Baransano, serta tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan masyarakat Kampung Aparuka.

Penulis: Evita

Editor: Sianturi