SALAM PAPUA (TIMIKA) – Warga di Jalan Bougenville, Kelurahan
Koperapoka, Distrik Mimika Baru, mengeluhkan maraknya pedagang hasil laut yang
berjualan di atas trotoar.
Aktivitas penjualan ikan, udang, hingga karaka (kepiting
bakau) tersebut dinilai mengganggu akses pejalan kaki serta menghambat
aktivitas usaha di sekitar lokasi.
“Sudah lama terjadi, hampir setiap hari ada yang jual udang,
ikan, dan karaka. Akses ke tempat usaha kami jadi terhambat. Kalau tidak laku,
sering dibuang di situ dan menimbulkan bau tidak sedap,” ujar salah seorang
warga, Selasa (24/3/2026).
Selain persoalan pedagang, warga juga menyoroti kondisi
jalan yang sempit dan berlubang. Kerusakan jalan disebut terjadi mulai dari
lampu merah Gunawan hingga tembusan Jalan Ahmad Yani Timika.
Menurut warga, kondisi tersebut kerap memicu kecelakaan,
terlebih karena kawasan itu merupakan salah satu pusat aktivitas di Timika.
“Ini termasuk jantung Kota Timika, tapi kondisi jalannya
cukup parah,” kata Nurul, warga setempat.
Situasi semakin diperparah dengan tingginya aktivitas
perdagangan di sepanjang ruas jalan. Banyak pedagang dan pembeli memanfaatkan
badan jalan untuk berjualan maupun parkir kendaraan, sehingga mempersempit
ruang lalu lintas.
“Jalan jadi semakin sempit, sering juga terjadi kecelakaan
karena kondisi jalan dan parkiran yang tidak tertata,” tambahnya.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Mimika segera mengambil
langkah penataan dan perbaikan, baik terhadap Jalan Bougenville maupun ruas
jalan lain yang mengalami kerusakan serupa.
Mereka menilai, perbaikan infrastruktur dan penertiban
pedagang sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan
tidak terkesan kumuh.
“Harapan kami ada perhatian dari Pemkab agar kondisi ini
bisa ditata dengan baik,” tutupnya.
Penulis: Acik
Editor: Sianturi


